Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Waduh, Belasan IKM Garam Standar Nasional di Pati Tak Penuhi Syarat

15 November 2019, 10: 42: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBERI PEMBINAAN: Tim GAKY Pati melakukan pembinaan kepada IKM garam ber SNI yang tidak memenuhi syarat.

DIBERI PEMBINAAN: Tim GAKY Pati melakukan pembinaan kepada IKM garam ber SNI yang tidak memenuhi syarat. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus - Tim Gabungan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) Kabupaten Pati telah melakukan evaluasi kualitas industri garam di semua industri garam di Pati. Hasilnya, masih ada 12 IKM garam yang sudah ber- SNI hasil garamnya tak memenuhi syarat. Mereka akan ditindak secara hukum jika masih belum memenuhi syarat dalam waktu 30 hari kedepan.

Kepala Bappeda Pati Pujo Winarno melalui Kabid Pemerintahan Sosial dan Budaya Abd Aniq menjelaskan, pembinaan dan evaluasi IKM garam ini dilakukan rutin bersama dengan tim GAKY. Supaya bisa menjaga kualitas mutunya. Terlebih, Kabupaten Pati menjadi pemasok garam terbesar di Jawa Tengah. Yakni 45 persen dari Pati.

“Selain itu, untuk mendukung program pemerintah yang saat ini tengah menekan kasus stunting di Pati. Sebab, kualitas garam yang tidak baik juga berpengaruh menjadikan bayi yang dilahirkan dalam keadaan tidak normal dan mempengaruhi pertumbuhan otak dan badan. Atau mengalami kerdil,” katanya.

Dari hasil evaluasi produk garam setahun ini ada 12 IKM garam yang produk garamnya tidak memenuhi syarat yakni kurang dari 30 PPM. Padahal, 12 IKM itu sudah berstandar SNI. Sehingga dari tim GAKY mengumpukkan para IKM dan memberikan pembinaan. Mereka diberikan waktu 30 hari setelah pembinaan untuk memperbaiki mutu produk garam yang dihasilkan.

“Nantinya kami juga akan ke lokasi IKM untuk melakukan uji titrasi. Jika hasil produk garam belum memenuhi syarat, maka tim GAKY termasuk penyidik Satpol PP serta Polres Pati akan melakukan penegakan hukum. Karena IKM tersebut sudah ber SNI dan mendapatkan bimbingan rutin,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ia menjelaskan, mutu produk garam di Pati tahun ini mengalami penurunan. Produk garam yang dihasilahkan para IKM 2018 lalu yang memenuhi syarat mencapai 90 persen. Akan tetapi tahun ini menurun 77 persen produk garam yang memenuhi standar.

Menurutnya, produk garam tidak konsisten. Kedepan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memperbaiki bahan baku.

Saat ini ada 90 IKM garam yang telah terdaftar di Pati. IKM yang sudah ber SNI ada 86. Sedangkan yang belum ada empat IKM. Tahun ini ditargetkan semua IKM sudah ber SNI dan 12 IKM ber SNI tidak memenuhi syarat. Di antaranya Laksana Pura Lengkong Batangan, UD Bintang Kertomulyo Trangkil, Gentong Mas Tlogoharum Wedarijaksa, UD Gotong Royong Genengmulyo Juwana, Lestari Tluwuk Wedarijaksa, dan lainnya.

Sementara itu Kanit II Reskrim Polres Pati Ipda Slamet Hariyono tengah memperketat pengawasan tidak hanya berdasarkan laporan saja. Namun ia akan melakukan sidak di jalan memeriksa truk bermuatan garam di Pati. Pihaknya juga akan menindak tegas IKM nakal berdasarkan laporan dari tim GAKY. Bahkan, ia mengaku sudah menindak satu IKM yang menyalahi aturan. 

(ks/put/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia