Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Angin Puting Beliung Terjang Kudus, Bayi Usia 40 Hari Selamat

14 November 2019, 15: 38: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

KERJA BAKTI: Sejumlah warga di Desa Temulus tengah gotong royong membenahi atap rumah salah satu warga yang dihantam puting beliung.

KERJA BAKTI: Sejumlah warga di Desa Temulus tengah gotong royong membenahi atap rumah salah satu warga yang dihantam puting beliung. (FAQIH MANSYUR HIDAYAT/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Musibah angin puting beliung menghantam tiga desa di Kabupaten Kudus, Selasa (12/11). Meskipun tidak menelan korban jiwa, bencana ini telah menghancurkan ratusan bangunan milik warga. Total kerugian peristiwa itu mencapai Rp 403,052 juta.

Bayi usia 40 hari selamat dari peristiwa itu. Setelah neneknya Sukemi Safe’I menyelamatkannya di bawah eternit dari anyaman bambu. Padahal atap di atas eternit terangkat angin.

Menjelang Ashar, sekitar pukul 14.30, Muhammad Wahyudi, 61, warga RT/RW 03/05, Desa Bulung Kulon, Dukuh Tengah Wetan, tidak pernah mengira hujan deras sore itu bakal menjadi petaka besar baginya. Lebih dari separo atap rumah berbahan galvalum yang baru dia pasang lima bulan lalu itu, dihempaskan puting beliung hingga tercerabut dari landasannya.

Sesaat sebelum puting beliung itu menghampirinya, Yudi mendengar gemuruh lebatnya hujan dan angin dari arah persawahan dekat perkampungan. Ia yang sendirian di dalam rumah, sama sekali tak berani keluar rumah untuk sekadar melihat situasi. Tak berselang lama, gemuruh itu menghampirinya.

”Ketika angin mulai berputar-putar persis di atap rumah, sontak saya langsung adzan. Separuh atap ini sudah mau melayang. Beruntung masih tertahan di tengah-tengah,” kata Yudi saat menceritakan mencekamnya peristiwa itu.

Dari catatan Pemerintah Desa Bulung Kulon, angin puting beliung itu menghantam 12 rumah dengan kerusakan ringan. Dengan rincian 1.450 genteng, 100 kerpus, dan beberapa atap galvalum. Dengan kerugian materi sekitar Rp 1,5 juta.

Selain Desa Bulung Kulon, Jawa Pos Radar Kudus juga memantau tiga desa lainnya. Yakni Desa Kirig dan Desa Temulus di Kecamatan Mejobo, serta Desa Karangrowo Kecamatan Undaan.

Di desa Temulus, pemerintah desa setempat mencatat sebanyak 81 rumah rusak ringan. Dengan rincian 12.980 genteng, 338 kerpus, 192 meter persegi galvalum. Dengan kerugian sekitar Rp 22 juta.

Saat bencana itu menghampiri rumahnya, Sukemi Safe’I, 63, salah satu warga Desa Temulus, ia tengah berada di dalam rumah bersama cucunya yang masih berusia 40 hari. Sebagian gentengnya berjatuhan ke dalam rumah. Sebagiannnya lagi melayang terbawa pusaran angin hingga halaman rumahnya.

”Saat hujan mulai lebat dan angin semakin kencang, saya bawa cucu saya ke ruangan tengah. Tak berselang lama, sebagian genteng berjatuhan ke dalam rumah. Kayu-kayunya patah. Beruntung lokasi saya ada di ruang yang masih ada langit-langit dari anyaman bambu,” ungkap Sukemi.

Sementara itu, Kasmiatun, salah satu pekerja di kandang ayam di Desa Kirig, menceritakan, saat pusaran angin kencang itu datang dari arah Timur Laut, dia bersama bosnya usai mengambil telur-telur untuk dijual. Angin tersebut merobohkan nyaris seluruh kandang yang dihuni sekitar delapan ribu ekor ayam tersebut.

”Angin besar datang. Kandang roboh total. Ayam-ayam berhamburan ke bawah kandang. Sejumlah warga yang datang tidak membantu malah mengambil ayam-ayam kami,” katanya.

Sedangkan, di Desa Karangrowo, Undaan, angin puting beliung menghantam delapan rumah warga. Dengan rincian 12 rumah rusak ringan, dengan kerusakan 1.450 genteng, 100 kerpus, dan sejumlah atap galvalum. Musibah ini terjadi bersamaan di tiga desa tersebut. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa angin besar kemarin kembali menerjang Kabupaten Kudus. Satu unit mobil yang tengah terparkir di Jalan Pangeran Puger, Kelurahan Demaan, Kecamatan Kota, tertimpa dahan pohon. Beruntung kondisi mobil tidak rusak. Atap mobil kuat menahan dahan mobil yang jatuh di atasnya. Peristiwa ini terjadi saat sebagian Kota Kudus dilanda hujan disertai angin cukup kencang.

Mobil Kijang dengan pelat nomor H 8428 LN milik Sumario, warga RT 3/RW III, Kelurahan Demaan itu memarkirkan mobilnya di seberang jalan depan Kantor Balai Desa Demaan. Dia memarkir mobilnya tersebut sesaat sebelum hujan turun.

”Biasanya saya parkir di depan balai desa. Kebetulan tadi terburu-buru karena sudah gerimis. Terpaksa saya parkir di bahu jalan,” kata Sumario kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sumario mengetahui mobilnya tertimpa pohon tersebut dari tetangganya. Yang kebetulan melihat ada kerumunan warga di tengah jalan. Dan lalu lintas berhenti total.

Hadir dalam lokasi tersebut, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Wiyoto, membenarkan bahwa mobil tersebut dalam keadaan terparkir saat pohon tumbang. Beruntung, mobil masih dalam kondisi baik.

Pihaknya menyebutkan, hujan disertai angin kencang sore itu juga menumbangkan pohon di sejumlah jalan. Yakni di Jalan Mangga gang 4, Jalan Karetan Wergu, Jalan Conge Ngembalrejo, dan di Krandon. Namun, hanya di Jalan Pangeran Puger saja yang cukup parah karena menimpa mobil.

”Ada di enam titik jalan. Semuanya tumbang ke tengah jalan. Otomatis menghalangi laju lalu lintas,” ujarnya.

Wiyoto menambahkan, dalam tiga hari terakhir Kabupaten Kudus dilanda hujan lebat yang disertai angin cukup kencang. Bahkan telah merusak ratusan rumah dan bangunan di Desa Glagahwaru dan Karangrowo Kecamatan Undaan, Desa Kirig dan Temulus Kecamatan Mejobo, dan Desa Bulung Kulon Kecamatan Jekulo.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat aga lebih berhati-hati ketika hujan lebat dan angin kencang. Wiyoto meminta agar warga menjauhi pohon besar dan mencari tempat yang lebih aman. (qih)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia