Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Tiga Tips Sikapi Pengguna Jalan yang Suka Serobot Jalur

14 November 2019, 15: 05: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

BERKENDARA: Astra Motor Jateng memberikan tips berkendara yang baik.

BERKENDARA: Astra Motor Jateng memberikan tips berkendara yang baik. (ASTRA MOTOR JATENG FOTO RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Astra Motor Jateng memberikan beberapa tips ke pengguna jalan. Salah satunya ajakan berkendara dengan baik dan tidak merugikan pengguna jalan lainnya. Pasalnya, seringkali dijumpai pengguna kendaraan berubah jalur secara mendadak.

Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng Oke Desiyanto menyatakan, di lapangan sering dijumpai pengendara berubah jalur secara tiba-tiba. Yang semula dari jalur kiri menuju ke kanan. Kondisi itu, disebabkan oleh pengendara lain yang memacu kendaraanya lebih lambat.

Tindakan memotong jalan itu, akan berdampak pada penggendara motor di jalur sebelah kanan. Atau beralawanan arah. Sehingga pengguna jalan di sisi kanan membunyikan kalaksonnya.

”Pengguna jalan (Di sisi kanan) akan melakukan pengereman mendadak. Serta akan terjadi senggolan atau tabrakan beruntun,” katanya.

Dia menambahkan, ada tiga patokan yang harus diperhatikan oleh pengendara dalam berlalu lintas.  

Serta menaati UU No. 22 tahun 2009. Sesuai dengan pasal 116 ayat 2 terkait, pengguna jalan harus memperlambat kendaraannya. Pertama, pemakai lalu lintas harus menaati pasal yang berlaku yaitu UU no 22 tahun 2009. Sesuai dengan pasal 116 ayat 2 yang berbunyi Pengemudi harus memperlambat kendaraannya.

Pengguna jalan juga wajib memperhatikan pasal 117. Yang bunyinya, pengemudi yang akan memperlambat kendaraannya harus mengamati situasi lalu lintas di samping dan di belakang kendaraan. Melalui cara yang tidak membahayakan pengguna jalan lain.

Tips yang kedua, menjunjung etika berlalu lintas. Setiap pengendara menjaga sopan santunnya dalam menggunakan jalan umum. Artinya, tidak semena-mena mengubah arah kendaraan tanpa memperhatikan sekitar. Ini akan merugikan dan membahayakan pengendara lainnya.

”Poin kedua, tidak egois dalam menggunakan fasilitas umum. Harus menyadari bahwa di jalan raya bisa didapati berbedanya kepribadian setiap orang,” katanya.

Tips yang terakhir (ketiga), kata Desiyanto, pengendara juga harus menerapkan strategi prediksi bahaya. Yaitu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Jarak aman ini berfungsi sebagai ruang pengereman. Sebaiknya, pengendara tidak memiliki selisih kecepatan lebih besar dari 10 km/jam dengan kendaraan sekitar yang bergerak searah.

Menurut undang-undang yang berlaku, pengendara jalan yang terhalang karena kendaraan di depannya melambat atau berhenti, tidak boleh langsung menghindar. Namun, harus melambat dan memastikan kondisi sekelilingnya aman untuk menyalip. Selain itu, etika dan strategi berlalu lintas harus diaplikasikan. (lia)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia