Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Alasan Sekolah di Pati Pilih Simulasi UNBK Tahap Kedua

14 November 2019, 10: 50: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

SERIUS: Beberapa siswa kelas IX SMPN 2 Wedarijaksa mengikuti simulasi UNBK tahap pertama kemarin.

SERIUS: Beberapa siswa kelas IX SMPN 2 Wedarijaksa mengikuti simulasi UNBK tahap pertama kemarin. (sRI PUTJIWATI/RADAR KUDUs)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP di Pati sudah dimulai dengan tahap pertama pekan lalu. Pada simulasi tahap pertama sempat troubel dari pusat. Sehingga banyak sekolah yang mengikuti tahap kedua yang diselenggarakan mulai kemarin (13/11) hingga hari ini (14/11).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati Winarto menyampaikan, simulasi UNBK SMP gelombang pertama ini dibagi dua tahap. Tahap pertama diselenggarakan pekan lalu sedangkan tahap kedua pekan ini. Pada simulasi gelombang pertama ini, sekolah tidak diwajibkan untuk mengikuti UNBK.

Sekolah diwajibkan mengikuti UNBK pada gelombang kedua atau gladi bersih nanti. Simulasi UNBK tahun ini berbeda dari tahun lalu karena hanya dilaksanakan dua gelombang. Berbeda simulasi UNBK tahun lalu dilaksanakan tiga gelombang. Pada simulasi setiap gelombang untuk dua mapel yang dipilih oleh sekolah.

“Namun diwajibkan mapel Bahasa Inggris karena harus mengecek kesiapan aplikasi seperti listening. Sekolah yang mengikuti simulasi UNBK gelombang pertama ini ada yang mengikuti tahap pertama pekan lalu dan tahap kedua pekan ini. Tergantung dengan sekolah masing-masing,” tuturnya.

Pada pelaksanaan simulasi UNBK SMP berjalan lancar. Hanya saja tahap pertama pekan lalu sempat troubel karena software baru dan kali pertama dilaksanakan. Hal itu akan dievaluasi oleh pemerintah pusat karena UNBK ini dihandel dari pusat.

Sementara itu Kepala SMPN 2 Wedarijaksa Sahid mengatakan, memilih sesi kedua karena biasanya sesi pertama troubel karena diselenggarakan kali pertama. Pada simulasi itu, ia memilih mapel Bahasa Inggris dan Matematika. Karena kedua mapel itu dinilai susah bagi siswa.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia