Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Berkhasiat, Aneka Olahan Kelor Makin Diminati Masyarakat

14 November 2019, 10: 27: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

PRODUK LOKAL BERKHASIAT: Salah satu produk olahan tanaman kelor milik Muryati yang laris di pasaran. Produk ini dijual di Plaza Pragolo.

PRODUK LOKAL BERKHASIAT: Salah satu produk olahan tanaman kelor milik Muryati yang laris di pasaran. Produk ini dijual di Plaza Pragolo. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Potensi produk olahan tanaman kelor termasuk sangat baik. Permintaan pasar, baik tanaman kelor hingga olahannya terbilang menjanjikan. Kelor, seperti yang ada di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, diolah menjadi beragam produk. Dari produk basah hingga kering.

Produk basah, diolah menjadi panganan mi kelor, nasi kelor, dawet hingga nugget. Produk basah dapat ditemui di Plaza Pragolo. Sedangkan yang kering diolah menjadi wedang kelor tubruk, serbuk instan, hingga kerupuk. Semua produk tersebut dapat ditemui di Plaza Pragolo.

Muryati, owner dari produk olahan kelor Mahakarya Mulya mengungkapkan, potensi kelor di Kabupaten Pati cukup menjanjikan. Di desanya, Kedungbulus, bahkan menjadi wilayah dengan jumlah tanaman kelor yang cukup melimpah.

”Sekarang ini kami memang gencar membudidayakan kelor. Baik saya sendiri dan tetangga-tetangga. Di desa saya bahkan ada sekitar 100 ribu tanaman kelor. Mulai yang ditanam khusus di kebun atau menjadi tanaman pagar. Saya sendiri memang ingin Desa Kedungbulus ini menjadi sentra tanaman kelor,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selain diolah menjadi beragam produk, daun kelor kering juga diminati sejumlah pihak. ”Seperti dari Sidomuncul, dari Bali, juga Sidoarjo. Mereka banyak yang meminta stok kelor dari kami. Namun belum bisa kami penuhi, karena sedang fokus untuk memenuhi olahan produk sendiri sudah kewalahan,” imbuhnya.

Rata-rata, ketertarikan konsumsi produk kelor adalah karena khasiatnya. Seperti diketahui, akhir-akhir ini tanaman kelor mulai menjadi perhatian publik, karena dianggap sebagai tanaman yang multiguna. Kelor disebut sebagai tanaman kaya akan antioksidan, membantu menurunkan kadar gula darah, hingga menurunkan kolestrol.

”Karena kandungan khasiatnya ini geliat budidaya tanaman kelor, dan produk olahannya menjadi laris,” imbuhnya. Saat ini, lanjut Muryati, pihaknya tengah berupaya mengembangkan serbuk kelor. Serbuk kelor sendiri dapat dimanfaatkan menjadi campuran adonan kue hingga campuran kosmetik.

Selain itu, Muryati juga menyediakan lahan khusus di rumahnya menjadi wisata edukasi. Tentang tanaman kelor, produk olahannya, dan juga masalah budidaya.

Kasi Promosi pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, Alfiningsih menyebut, perkembangan industri pengolahan tanaman kelor memiliki peluang besar. Hal ini karena melihat tren dunia kesehatan yang saat ini cenderung kembali ke bahan alami.

”Pasar tanaman kelor ini terbuka lebar. Bukan hanya pasar lokal, namun bisa juga menembus nasional bahkan hingga internasional,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, lanjutnya, akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendukung geliat usaha tanaman kelor dan produk olahannya. Baik dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusianya, packaging, perizinan, hingga pemasaran. ”Sehingga produk kelor hasil produksi masyarakat Kabupaten Pati semakin dikenal masyarakat luas,” imbuhnya. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia