Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Warga Korban Angin Lesus di Kudus Akhirnya Terima Bantuan

13 November 2019, 14: 53: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

NYARIH ROBOH: Rumah Ngadimin di RT II RW IV, Desa Glagahwaru, Undaan nyaris roboh ditiup angin puting beliung.

NYARIH ROBOH: Rumah Ngadimin di RT II RW IV, Desa Glagahwaru, Undaan nyaris roboh ditiup angin puting beliung. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Rumah yang terbuat dari gedek itu hampir saja ambruk pada (8/11) lalu. Genteng rumah itu hancur terbawa lesus. Untung saat kejadian, keluarga Ngadimin berada di luar, sehingga tidak ada korban jiwa.

Meski hidup kesulitan, Paring, anak terakhir di keluarga Ngadimin tetap tersenyum dengan kondisi memprihatinkan itu. Dia seolah melupakan kegetiran dalam kehidupan keluarganya. Makan seadanya dan hidup sederhana.  

Ya, rumah Ngadimin di Di RT 2/ RW 4 Desa Galgahwaru, Undaan itu memang kondisinya cukup memprihatinkan. Rumah yang berukuran 4x8 meter ini tak layak untuk dihuni. Bangunan ini semi permanen. Dinding rumah terbuat dari anyaman bambu (gedek). Sedangkan sekat antar ruang hanya menggunakan triplek. Lantai rumah juga masih berupa tanah dengan hanya ditutup dengan terpal. ”Kalau hujan ya dingin,” kata Paring.

Sehari-hari Ngadimin bekerja sebagai petani dan buruh serabutan. Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat dia kesulitan untuk merenovasi rumah.

Rumah tak layak huni ini ditempati tiga orang. Ngadimin, istrinya dan satu anaknya. Namun sejak beberapa hari yang lalu, rumah ini hanya dihuni Ngadimin dan anak laki-lakinya. Istrinya memutuskan untuk berangkat ke negara tetangga menjadi TKI.

”Istrinya baru saja berangkat kemarin jadi TKI. Untuk memperbaiki ekonomi,” kata Prihatin, salah satu tetangga.

Kemarin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris mengunjungi rumah Ngadimin. Melihat kondisi ini Sam’ani merasa cukup prihatin. Keluarga ini diberikan bantuan sejumlah uang dari kantong pribadinya.

Paring berterima kasih kepada Sam’ani. Sam’ani sempat dianggap sebagai calon Kades yang sedang kampanye. Paring pun menanyakan nomor urutnya dalam ajang Pilkades. Sam’ani dan rombongan pun sontak tertawa sambil memberikan penjelasan jika dirinya bukan cakades yang sedang kampanye.

”Untuk para cakades, saya minta harus lebih sering terjun ke lapangan. Agar temuan-temuan seperti ini bisa diinformasikan kepada Pemkab. Dan segera dilakukan penanganan melalui program sosial,” kata Sam’ani.

Tak hanya rumah milik Ngadimin saja yang masuk dalam kategori rumah tak layak huni. Sejumlah rumah di lingkungan tersebut juga memiliki kondisi yang hampir sama.

Menindaklanjuti temuan ini Camat Undaan Rifa’i memerintahkan Kepala Desa di Kecamatan Undaan untuk menyisir kondisi warganya. Mereka diminta untuk mendata warga miskin dan rumah tak layak huni di wilayahnya. Hal ini dilakukan menyusul ditemukannya jumlah rumah tak layak huni saat menemani kunjungan Sekda di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan siang kemarin.

”Setelah kami tahu di lapangan seperti ini akan dilakukan pendataan langsung. Untuk memastikan jumlah keluarga miskin dan rumah tak layak huni,” katanya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia