Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Delapan Ribuan Balita di Jepara Menderita Stunting

13 November 2019, 12: 13: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

Delapan Ribuan Balita di Jepara Menderita Stunting

JEPARA, Radar Kudus – Sebanyak 20,84 persen atau sekitar 8.606 balita dari total 41.298 balita di Kabupaten Jepara mengalami kondisi gagal tumbuh (stunting). Pemkab Jepara saat ini tengah melakukan berbagai langkah guna menurunkan jumlah balita penderita gagal tumbuh tersebut.

Jumlah balita yang alami stunting tersebut didapat dari aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) per Agustus 2019.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Jepara, bayi di Jepara lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) mengalami peningkatan, yaitu mencapai 3,22 persen pada tahun 2018. Demikian juga dengan bayi di bawah 2 tahun (baduta) berstatus Bawah Garis Merah (BGM), meningkat menjadi 3,50 persen di tahun yang sama.

Asisten III Sekda Jepara M Fadkurrozi mengatakan, kondisi gagal tumbuh adalah masalah kurang gizi kronis, yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama serta terjadinya infeksi berulang. Kasus kesehatan ini telah menjadi masalah serius di tanah air, bahkan di Kabupaten Jepara.

Karenanya, jika kondisi tidak segera ditanggulangi, dapat menimbulkan berbagai potensi kerugian, baik di bidang kesehatan hingga pertumbuhan ekonomi. ”Bukan cuma dampak fisik saja yang mungkin timbul dari tubuh pendek anak. Beberapa risiko yang dialami oleh anak stunting di kemudian hari, antara lain kesulitan belajar, kemampuan kognitifnya lemah, mudah lelah, dan tidak lincah dibandingkan anak-anak lain seusianya. Memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit infeksi di kemudian hari, karena sistem kekebalan tubuhnya lemah,” jelasnya.

Fadkurrozi menambahkan, berdasarkan data yang telah diolah ada 30 desa yang akan menjadi prioritas, dalam pencegahan kasus kerdil pada tahun 2020 sampai 2022. Sepuluh desa pertama, dikatakannya mulai dikerjakan pada tahun depan. Yakni, Desa Pecangaan Kulon dan Troso di Kecamatan Pecangaan, Desa Blingoh dan Bandungharjo di Kecamatan Donorojo. Desa Rau, Sowan Lor, dan Bugel di Kecamatan Kedung, Desa Gidangelo di Kecamatan Welahan, Desa Bandung di Kecamatan Mayong, Desa Ngetuk di Kecamatan Nalumsari.

Sementara itu terkait dengan pengurangan jumlah kasus gagal tumbuh, Kepala Bappeda Kabupaten Jepara Sujarot merinci sejumlah strategi. Di hadapan 70 peserta kegiatan “Rembuk Stunting”, delapan aksi konvergensi dipaparkannya melalui salindia (slide) presentasi, di Ruang rapat Sosrokartono kemarin.

Delapan aksi konvergensi adalah, analisa situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, dan Perbup tentang peran desa. Selanjutnya, Kader Pengembangan Manusia (KPM), manajemen data, pengukuran dan publikasi, serta review kinerja tahunan. 

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia