Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Jual Pil Trihex ke Pelajar Rp 10 Ribu, Tiga Pengedar Diringkus Polisi

13 November 2019, 10: 46: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

DIJUAL KE PELAJAR: Kapolres Blora AKBP Antonius Anang saat menunjukkan barang bukti pil penenang trihex yang dijual ke pelajar di Kota Sate. Pil itu dijual Rp 10 ribu per butir.

DIJUAL KE PELAJAR: Kapolres Blora AKBP Antonius Anang saat menunjukkan barang bukti pil penenang trihex yang dijual ke pelajar di Kota Sate. Pil itu dijual Rp 10 ribu per butir. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus – Tiga pelaku penjual obat keras tanpa izin dokter diringkus Satuan Narkoba Polres Blora. Obat-obatan tersebut dijual di kalangan pelajar dengan harga Rp 10 ribu. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan ratusan obat terlarang berbagai jenis.

Mereka adalah Abas Sanudin dan Santoso. Keduanya Warga Kecamatan Jepon. Kemudian Ridwan Nur Adi Yahya, warga Kecamatan Blora. Kapolres Blora AKBP Antonius Anang mengungkapkan, penangkapan tersebut dilakukan di wilayah berbeda. Yakni di wilayah Kecamatan Jepon dan Blora.

Obat yang diedarkan merupakan obat keras. Sangat berbahaya jika dikonsumsi tanpa adanya resep dokter. ”Jadi obat-obatan ini jika rutin dikonsumsi membuat ketagihan. Harus ada resep dokter,” jelasnya.

Terpisah, Kasatnarkoba Polres Blora AKP Suparlan menjelasakan, obat-obatan ilegal itu juga dijual di kalangan pelajar. Dijual murah Rp 10 ribu satu butirnya. ”Sangat memprihatinkan. Sangat berbahaya,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan satu dus kapsul Piroxicam, 62 tablet CTM, 600 tablet vitamin B12, 250 bungkus obat pil syaraf kejepit, 100 bungkus obat pegal linu super, 125 obat sakit gigi, serta ratusan obat penenang trihex. ”Obat-obatan ini jika dikonsumsi terus menerus bisa merusak ginjal. Karena tidak sesuai resepnya. Harusnya kan yang bisa meracik ini apoteker. Agar sesuai dengan resep dokternya,” jelasnya.

Suparlan menambahkan, untuk obat jenis trihex diedarkan di kalangan pelajar. Lainnya dijual bebas di pasaran. “Yang trihex ini obat penenang. Mereka edarkan di pelajar. Jadi kalau mengonsumsi satu butir ini, bisa tidur sampai seharian penuh,” jelasnya sambil menunjukkan jenis obatnya.

Atas perbuatannya itu, ketiga pelaku dijerat dengan Undang-undang RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Yaiu dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. ”Mohon bantuan dan dukungan masyarakat untuk ikut mengawasai anak-anak,” tegasnya.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia