Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Features
Alyaa Dhiya Ulhaq, Peraih Emas Olympicad VI

Lima Kali Gagal, Langsung Juara Tingkat Nasional  

13 November 2019, 09: 39: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

HARUMKAN NAMA SEKOLAH: Alyaa Dhiya Ulhaq menunjukkan trofi dan medali yang diraih di Olympicad VI 2019 cabang IPA.

HARUMKAN NAMA SEKOLAH: Alyaa Dhiya Ulhaq menunjukkan trofi dan medali yang diraih di Olympicad VI 2019 cabang IPA. (FAQIH MANSYUR HIDAYAT/RADAR KUDUS)

Share this      

Alyaa Dhiya Ulhaq sudah lebih dari lima kali mengikuti lomba mata pelajaran IPA. Namun selalu gagal. Dewi Fortuna baru menyambanginya saat mengikuti Olympicad VI Nasional 2019. Di event itu, dia berhasil menyabet medali emas.

FAQIH MANSYUR HIDAYAT, Radar Kudus, Kudus

ALYAA Dhiya Ulhaq, salah satu siswi MI Muhammadiyah Jati Kulon, Kudus, berhasil meraih medali emas dalam ajang Olympicad VI Nasional 2019.

Sejak kelas IV, siswi kelahiran 3 Juli 2008 ini, telah dipilih pihak sekolah sebagai siswi yang dibimbing secara khusus dalam pendalaman materi-materi ilmu pengetahuan alam (IPA). Konsep ini sengaja diterapkan sekolah untuk memacu bakat-bakat potensial yang akan dilombakan dalam ajang regional maupun nasional.

Dia telah mengikuti sedikitnya lima kali lomba di bidang IPA. Namun, dia belum berhasil meraih gelar juara. Namun, hal itu tak membuatnya patah arang. Dia pun tetap mengikuti lomba lain.

Kali ini, Olympicad VI Nasional 2019 yang diikutinya. Atas kegigihannya belajar menghadapi ajang tersebut. Tak disangka, Alyaa berhasil menyabet medali emas untuk kali pertama.

Dalam babak penyisihan, ia harus bersaing dengan sekitar 260 peserta dari seluruh Indonesia di Universitas Muhammadiyah Semarang. Setelah itu, 30 peserta diambil untuk maju ke babak semifinal. Sedangkan untuk babak final, Alyaa harus bersaing dengan 14 peserta untuk merebutkan posisi teratas.

Siswi yang beralamat di RT 6/RW 1, Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, ini mengaku, sempat menghadapi sejumlah kesulitan dalam ajang tersebut. Seperti saat babak final, dia ditantang untuk menganalisa diri. Yakni menganalisa sidik jari dan rambut yang sebelumnya sama sekali belum pernah ia pelajari.

Dalam babak tersebut, peserta hanya diberi pengantar sekilas pengetahuan tentang sidik jari dan rambut. ”Panitia hanya memberikan pemahaman secara umum. Lalu, peserta harus menganalisa sendiri berdasarkan pemahamannya,” ujarnya.

Beruntung, dengan kejelian dan kedetailannya dalam pengamatan sidik jari serta rambut, dia berhasil memperoleh nilai nomor tertinggi kedua. Alyaa berhasil memperoleh medali emas dan membawa harum nama Kabupaten Kudus dalam ajang tersebut.

”Waktu itu sempat kebingungan. Karena tidak pernah mempelajarinya sedikitpun. Saya mantap saja mengerjakan. Akhirnya bisa mendapat nilai tinggi," ujar gadis yang tengah duduk di kelas VI ini.

Prestasi ini, membuatnya semakin mantap untuk mempelajari IPA di jenjang-jenjang pendidikan berikutnya. Di mana saja ia sekolah nanti, Alyaa ingin tetap berada di jurusan IPA. Ia ingin seperti kakak-kakak kelasnya yang telah berprestasi di bidang IPA. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia