Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Meriah, Ribuan Warga Antusias Ikuti Perayaan Ritual Meron

12 November 2019, 15: 37: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

DIKIRAB: Gunungan dalam tradisi Meron di Desa/Kecamatan Sukolilo siang kemarin.

DIKIRAB: Gunungan dalam tradisi Meron di Desa/Kecamatan Sukolilo siang kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Ribuan masyarakat tumpah ruah di Jalan Raya Pati-Purwodadi, Desa Sukolilo, siang kemarin. Mereka antusias mengikuti perayaan ritual Meron yang telah menjadi wisata budaya di wilayah Pati bagian selatan ini. Sekaligus menjemput berkah dari gunungan yang diperebutkan.

Masyarakat memadati Desa Sukolilo sejak pagi. Jalanan ditutup untuk kendaraan roda empat. Sebelumnya digelar dengan berbagai rangkaian kegiatan lain. Seperti karnaval, khotmil quran dan juga pembacaan maulid Nabi. Kegiatan dipusatkan di sekitar Masjid Baitul Yaqin desa setempat.

Seperti diketahui, Meron merupakan perayaan maulid Nabi layaknya tradisi Sekaten yang ada di Keraton Surakarta dan Yogyakarta. Prosesinya hampir mirip. Kepala Desa Sukolilo, Muhamad Jumaedi menjelaskan tahun ini ada 14 gunungan atau ronce yang diarak. Gunungan dijajar sepanjang jalan. Jarak masing-masing gunungan sekitar 300 meter. Supaya keramaian terpecah.

Gunungan menjulang setinggi dua meteran. Dihias beraneka rupa. Bagian atas melingkar rangkaian bunga, di tengahnya ada replika ayam jago. Ada pula yang replika masjid. Di bawahnya ada rangkaian serupa kembang melati, yang merupakan makan berbahan ketan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengungkapkan, pihaknya sangat mendorong kegiatan bernuansa budaya untuk terus eksis.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini mendorong agar kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai ramai-ramai saja. Akan tetapi orang-orang yang datang ke perayaan Meron ini bisa menikmati wisata sejarah dan juga budaya.

”Tentu ada budaya semacam ini pasti ada nilai kesejarahan di Desa Sukolilo ini. Tentunya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi geliat wisata,” terangnya. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia