Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Pendaftaran CPNS Dibuka, Permintaan SKCK Naik Tiga Kali Lipat

12 November 2019, 14: 54: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

Pendaftaran CPNS Dibuka, Permintaan SKCK Naik Tiga Kali Lipat

BLORA, Radar KudusPendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di web sscn.bkn.go.id hingga tadi malam (pukul 18.41) belum dibuka 100 persen. Web itu memang sudah dibuka, tetapi belum bisa untuk mendaftar. Tim Jawa Pos Radar Kudus mencoba membuka web itu. Keluar tulisan pada layar INDONESIA MEMANGGIL KINI SAATNYA BAGI PUTRA PUTRI TERBAIK BANGSA UNTUK BERGABUNG. Di bawahnya kemudian ada kotak  warna biru “DAFTAR SEKARANG”. Kotak itu bisa diklik. Kemudian muncul Pendaftaran SSCN 2019 Akan Dibuka pada 00 (Days) 05 (Hours) Minutes (19) dan Second (18). Artinya masyarakat belum bisa mendaftar di jam itu. Masyarakat bisa mendaftar lima jam kemudian dari pukul 18.41 tadi malam. Atau web pendaftaran CPNS itu kemungkinan baru bisa dibuka sekitar pukul 23.00.

Kepala Bidang Mutasi Pegawai BKD Blora Bambang Setyo Kunanto membenarkan hal tersebut. ”Web belum buka pendaftaran. Jadi hari (kemarin, Red) belum ada yang mendaftar. Namun sudah banyak yang berkonsultsi,” jelasnya.

Sementara itu penerimaan CPNS tahun ini memberikan kesempatan bagi pendaftar CPNS tahun lalu mendaftar kembali. Bagi peserta tahun lalu yang berstatus P1/TL dan memenuhi passing grade bisa menggunakan nilai terbaik seleksi kompetensi dasar 2018 atau 2019.

Bambang menjelaskan, waktu pendaftaran CPNS cukup lama. Mulai kemarin pukul 23.00 sampai Senin (25/11) atau sekitar dua pekan.

“Yang Tanya-tanya banyak. Dari pagi sampai sore belum bisa daftar. Nanti jam 11 malam baru bisa di akses. Dari Panselnas seperti itu. Mungkin kabupaten lain juga sama,” terangnya.

Dia menambahkan, BKD juga sudah mengumumkan adanya pendaftaran CPNS di 16 kecamatan dan semua SKPD. “Kemungkinan besar mulai pada daftar besok pagi. Prosesnya sama dengan 2018 kemarin. Berlaku selama 15 hari,” imbuhnya.

Sementra itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah mengimbau agar masyarakat menghindari calo. Sebab bisa dipastikan semua itu adalah penipuan. “Silahkan mendaftar. Jangan sampai ada yang mencari lulusan lewat oknum. Karena tidak bisa. Itu hanya ada orang-orang yang mau ngapusi kita. Tidak akan bisa,” tegasnya.

Menurutnya, zaman sudah berubah. Teknologi maju. Para pendaftar nanti harus percaya dengan kemampuan yang dimiliki. Selain itu, para calon pendaftar juga diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu mulai dari sekarang. “Silahkan dimanfaatkan kesempatan yang ada sebaik-baik mungkin,” tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jepara Diyar Susanto melalui Kabid Perencanaan dan Pengembangan SDM Sridana Paminto menjelasakan pelamar P1/TL dapat mendaftar dan mengikuti seleksi CPNS tahun 2019. Bisa menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan kualifikasi pendidikan yang sama saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018, pada jabatan dan instansi yang diinginkan.

Baik sama atau pun tidak sama dengan yang dilamar saat mendaftar sebagai CPNS Tahun 2018. “Dan diberikan peluang menggunakan nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dan nilai SKD Tahun 2019. Sebagai dasar untuk dapat mengikuti tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) selanjutnya,” imbuhnya.

Sehingga tahun ini jenis pelamar dibagi menjadi tiga. Yakni pelamar disabilitas, pelamar umum, dan pelamar P1/TL. Pelamar P1/TL adalah peserta seleksi penerimaan CPNS tahun 2018 dan memenuhi nilai ambang batas/passing grade berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan CPNS Tahun 2018.

Serta masuk dalam tiga kali formasi jabatan yang dilamar untuk dapat mengikuti SKB tahun 2018. “Namun dinyatakan tidak lulus sampai dengan tahap akhir didasarkan pada basis data hasil SKD tahun 2018 yang disimpan dalam SSCASN BKN,”terangnya.

Setelah diumumkan kemarin, diketahui formasi CPNS Jepara tahun ini. Alokasi formasi sejumlah 381. Dengan rincian formasi khusus disabilitas Tenaga Guru sejumlah delapan formasi. Sedangkan formasi umum Tenaga Guru sejumlah 239 formasi, Tenaga Kesehatan sejumlah 82  formasi, dan Tenaga Teknis sejumlah  52  formasi.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pati Jumani melalui Kabid Formasi dan Jabatan Rizki Hermanu menjelaskan, seleksi CPNS 2019 ini diserahkan kepada daerah. Berbeda dengan tahun lalu pelaksanaannya ditangani oleh provinsi. Pemkab/pemkot hanya mengirimkan peserta di provinsi untuk mengikuti tes CAT.

“Karena tahun ini diserahkan kepada daerah, maka semua infrastruktur pendukung disiapkan juga oleh daerah. Untuk itu kami saat ini tengah berkonsultasi kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah di Jakarta untuk berkonsultasi tentang hal tersebut,” kata Hermanu kemarin.

Adanya pendaftaran CPNS 2019 berdampak pada peningkatan pengurusan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di Polres Grobogan. Jumlah permintaan meningkatkan tiga kali dibanding hari biasanya. Saat Jawa Pos Radar Kudus mencoba mencari persyaratan SKCK dalam mendaftar CPNS di situs web beberapa kabupaten, syarat itu tidak ada. Demikian permintaan SKCK tetap tinggi.

Kasat Intelkam AKP Antonius Wiyono mengatakan peningkatan yang dirasakan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan hari biasanya. ”Kalau hari-hari biasa itu kami melayani 30-an gitu. Di bawah 100-lah, tapi sekarang (momentum tes CPNS) bisa 150-an sehari,” kata AKP Antonius.

Disebutkan, peningkatan pendaftaran pembuatan SKCK mulai dirasakan sejak seminggu belakangan. Peningkatan terjadi karena syarat untuk pendaftaran CPNS harus melampirkan SKCK setingkat Polres. Tingginya jumlah pendaftar SKCK membuat Polres Grobogan harus menunggu beberapa saat berkas tersebut.

”Pelayanan biasanya 10 sampai dengan 15 menit, tetapi untuk mendapatkan lembar SKCK tersebut pemohon bisa menunggu 30 menit,” ujarnya.

Adanya penambahan waktu ini, karena jumlah pemohon lebih banyak. Untuk mengantisipasi membludaknya pemohon SKCK, Sat Intel menyediakan kursi tunggu tambahan serta air mineral di ruang pelayanan SKCK. ”Penambahan fasilitas untuk memberikan kenyamanan pada pemohon,” terang dia.

(ks/sub/war/put/mun/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia