Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Kaberan Meningkatkan Kemampuan Menulis Geguritan

12 November 2019, 13: 40: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

Tutik Haryati, M.Pd.; Guru SMK Negeri 3 Kudus

Tutik Haryati, M.Pd.; Guru SMK Negeri 3 Kudus (dok pribadi)

Share this      

SEBAGAI seorang guru selalu dituntut mampu memotivasi siswa agar dapat meningkatkan minat baca terhadap karya sastra, karena dengan mempelajari sastra siswa diharapkan dapat menarik berbagai manfaat dari kehidupannya. Maka tugas guru yang paling penting adalah sebagai  informator, fasilitator dan moderator. Artinya seorang guru harus dapat mengarahkan siswa memiliki karya sastra yang sesuai dengan minat dan kematangan jiwa mereka. Upaya yang harus dilakukan salah satunya dengan memberikan tugas untuk membuat karya sastra yaitu geguritan.  Pradopo (2007:7) menyatakan bahwa puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama, direkam, dinyatakan dengan menarik dan memberi kesan. Puisi merupakan karya seni yang mengandung keindahan dan hasil kreativitas manusia yang diwujudkan lewat susunan kata yang mempunyai makna.

Keberhasilan kegiatan apresiasi sastra tidak lepas dari proses pembelajaran. Proses pembelajaran tanpa arah yang jelas dalam menyampaikan materi dan memposisikan siswa akan berujung pada kegagalan pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, Sayuti (1993:23) mengatakan pemilihan metode dan strategi pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting. Dalam perkembangan ilmu teknologi, kemampuan menulis geguritan sangat perlu ditanamkan pada siswa untuk mengapresiasikan sastra dengan baik. Dalam pembelajaran menulis geguritan di SMK Negeri 3 Kudus masih ditemukan berbagai kendala dan hambatan, hal ini berkaitan dengan ketepatan penggunaan model atau teknik dalam pembelajaran sastra dalam menulis geguritan. Melihat dari kondisi tersebut guru berupaya menggunakan teknik  pembelajaran kata berantai khususnya dalam menulis geguritan di kelas dua belas semester satu.  Teknik kata berantai selanjutnya disingkat kaberan diharapkan dapat mempunyai daya tarik tersendiri bagi siswa. Teknik kaberan adalah suatu teknik dalam permainan yang dapat membangkitkan kreativitas siswa.

Langkah-langkah teknik kaberan dilaksanakan dengan aturan main sebagai berikut: Pertama, siswa dibentuk dalam beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari lima sampai tujuh siswa. Kedua, masing-masing siswa duduk sesuai dengan kelompoknya. Ketiga, setiap kelompok memilih tema yang sudah ditentukan. Keempat, meskipun tema dalam  satu kelompok sama, setiap siswa harus menentukan subtema. Subtema akan digunakan sebagai judul geguritan.Kelima, setelah menentukan judul geguritan, masing-masing anggota kelompok menuliskan geguritan secara bergiliran atau berantai. Penyusunan geguritan dilakukan secara kolaborasi. Keenam, siswa pertama menuliskan kata pertama, kemudian setaip anggota kelompok secara berantai melanjutkan dengan kata-kata berikutnya menjadi baris-baris geguritan hingga selesai. Ketuju, kata-kata yang dituliskan secara berantai ini harus memperhatikan organisasi konsep, dimana setiap siswa harus mencari kata-kata yang tidak menyimpang dari judul atau tema yang sudah ditentukan.

Kelebihan teknik kaberan yaitu siswa bisa menulis geguritan dengan kerja kelompok, membangun sikap berdiskusi dalam menulis geguritan. Meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis geguritan. Siswa bertukar ide gagasan dalam menulis geguritan. Cara kerja kelompok diharapkan siswa pandai mendorong yang kurang pandai untuk menulis geguritan dengan baik. Siswa yang kurang pandai akan terdorong dan termotivasi menulis geguritan dengan melihat teman yang pandai. Teknik kaberan sebagai model pembelajaran yang bervariasi yang bisa berpengaruh positif, yaitu dapat menggugah minat, perhatian dan motivasi siswa. Sedangkan kelemahannya yaitu kondusif dalam menulis geguritan, siswa cenderung ramai, suasana kelas sedikit gaduh. Teknik kaberan tidak terbatas pada pelajaran menulis geguritan, tetapi juga bisa digunakan untuk menulis tembang, karangan dan lain-lain. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia