Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Pemkab Grobogan Raih Penghargaan Smart Environment

12 November 2019, 10: 35: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

PENGHARGAAN: Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Kepala Diskominfo Grobogan Wiku Handoyo menunjukkan penghargaan Smart Environment.

PENGHARGAAN: Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Kepala Diskominfo Grobogan Wiku Handoyo menunjukkan penghargaan Smart Environment. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan dinobatkan menjadi smart environment atau lingkungan yang cerdas. Penghargaan diberikan pemerintah pusat pada ajang 100 Smart City di Balai Sudirman, Jakarta.

Penghargaan diserahkan Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Republik Indonesia Samuel Abrijani Pengerapan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Wiku Handoyo yang mewakili Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Sebelumnya, kepala Diskominfo memberikan paparan hingga akhirnya Pemkab Grobogan dinilai berhasil berjalankan tiga aspek utama dalam smart environment. Meliputi, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam lingkungan. Kemudian, mewujudkan transparansi dan keterbukaan sistem. Hingga merumuskan kebijakan sesuai dengan kebutuhan warga.

”Kami mulai membangun sistem bank sampah yang diberi nama Bank Sampah Bersemi (BSB) bekerja sama dengan DLH dan 215 bank sampah di Kabupaten Grobogan. Manfaat aplikasi ini, mengurangi volume sampah di Grobogan. Sampai saat ini sudah mampu mengurangi sekitar 100 ton sampah per bulan.,” jelasnya.

Sistem informasi ini, memudahkan pengelolaan sampah dan memudahkan mengontrol produksi sampah. Memudahkan koordinasi dan pemasaran produk bank sampah ke pengepul. ”Mereka dapat melihat berapa banyak sampah di bank sampah yang sudah terkumpul. Nilai sampah pun terlihat di aplikasi tersebut. Aplikasi itu mewujudkan transparansi bagi pengelolaan bank sampah,” imbuhnya.

Aspek selanjutnya, pembangunan infrastruktur dalam kota, mewujudkan kota yang bersih, dan bebas dari permasalahan banjir seperti trotoar dan drainase. Kemudian, pembangunan taman-taman tematik untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH) di daerah ini.

Sebelumnya, target RTH di Grobogan masih di bawah permen pekerjaan umum (PU). Seharusnya minimal 20 persen. Namun ini masih 12,7 persen sejak 2018. Bahkan, ketentuan RTH seharusnya 30 persen, 20 persen untuk RTH publik dan 10 persen untuk RTH perumahan.

”Untuk memenuhi target, tahun ini pemkab melakukan berbagai perbaikan taman seperti taman kuliner, Taman Ir Soekarno, Taman Nglejok, Taman Getasrejo, Simpang Lima, dan Taman Lansia. Taman ini menambah luasan RTH sekaligus sarana rekreasi masyarakat,” katanya.

Selain itu, juga pemanfaatan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngembak seperti gas metan, kompos, dan bahan bakar. Melalui smart environment, menjadikan lingkungan cerdas di wilayah perkotaan. Sistem informasi tersebut juga akan terus dikembangkan.

(ks/int/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia