Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Asyik, Honor Ribuan Guru Madin di Rembang Naik Rp 100 Ribu

12 November 2019, 10: 01: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTUSIAS: Ribuan guru Madin dan TPQ se-Kabupeten Rembang antusias mendengarkan pemaparan dari Bupati Rembang Abdul Hafidz, saat membuka kegiatan peningkatan mutu guru kemarin.

ANTUSIAS: Ribuan guru Madin dan TPQ se-Kabupeten Rembang antusias mendengarkan pemaparan dari Bupati Rembang Abdul Hafidz, saat membuka kegiatan peningkatan mutu guru kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

 REMBANG, Radar Kudus – Pemkab Rembang melalui Bagian Kesra Rembang pada tahun 2020 bakal menaikkan honor guru Madin dan TPQ. Total kenaikan dari Rp 10,5 miliar di tahun 2019, menjadi Rp 17 miliar tahun 2020 mendatang. Sementara untuk kenaikan per guru masing-masing Rp 100 ribu.

Hal ini terungkap saat sosialisasi kenaikan intensif bagi para guru Madin/TPQ di balai Kartini Rembang kemarin. Sebelumnya tiap bulan intensif honor per guru sebesar Rp 200 ribu,tahun depan menjadi Rp 300 ribu.

Kabag Kesra, Pemkab Rembang, Mohammad Sofyan melalui Kasubag Pendidikan Mental Spiritual, Etty Apriliana menyampaikan total ada 4.789 guru yang hadir dalam kegiatan peningkatan kapasitas manajemen, sekaligus pengurusan honor.

MOTIVASI: Bupati Rembang, Abdul Hafidz didampingi Asisten II Sekda Rembang, Abdulah Zawawi (paling kiri) dan Kabag Kesra, Pemkab Rembang, Mohammad Sofyan (tengah) saat memberikan arahan guru Madin.

MOTIVASI: Bupati Rembang, Abdul Hafidz didampingi Asisten II Sekda Rembang, Abdulah Zawawi (paling kiri) dan Kabag Kesra, Pemkab Rembang, Mohammad Sofyan (tengah) saat memberikan arahan guru Madin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Peningkatan honor ini, tentu harus dibarengi kenaikan mutu. Etty tak meragukan soal kemampuan sisi keilmuan para guru Madin, soal ilmu agama. Mulai mengajarkan dari Iqro sampai membaca serta tajwid. Tetapi, bidang administrasi juga perlu ada peningkatan. Termasuk pendataan guru.

“Ini dimaksudkan untuk mereka yang baru dimasukkan tahun depan. Karena tambahan kuotanya terbatas hanya menambah 11 orang. Jadi harus diupayakan betul-betul membutuhkan.

Tahun ini ada 4.789 guru madin. Karena tambah 11 orang, tahun depan ada 4.792 guru madin. Kebetulan sudah dirapatkan. Kini ditindaklanjuti,” terangnya.

Selain peningkatan mutu, kegiatan juga sekaligus pencairan tahap III selama 5 bulan. Biasanya mereka diundang 3 bulan sekali. Tapi ini 5 bulan sekali. “Jadi ini sekalian pelunasan untuk pembayaran guru Madin/TPQ di tahun anggaran 2019. Jatah mereka 11 bulan, kebetulan masih kurang lima. Jadi sekalian penandatanganan SPj. Begitupun seterusnya bagi yang baru. Ke depan mereka diseleksi tahun 2021,” terangnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz pada kesempatan tersebut menekankan pentingnya peningkatan bagi guru Madin/TPQ bukan dari sisi keilmuan. Tetapi soal manajemen. Jadi bagaimana mengatur organisasi madrasah dan TPQ.

”Soal kapasitas guru-guru lebih dibandingkan narasumber. Ini bukan ilmu, tetapi dari manajemen. Bagaimana mengelola baik, administrasi, keuangan dan mengatu jam masuk dan keluar hingga syarat hukumnya. Jadi ini perlu ada penataan-penataan, untuk peningkatan mutu madrasah dan TPQ,” ungkapnya.

Terkait sisi kesejahteraan pihaknya berkomitmen tiap tahun meningkat. Tahun 2020 direncanakan naik menjadi Rp 300 ribu dari semula Rp 200 ribu. Begitupun seterusnya diharapkan meningkat. “Bagaimanapun madrasah miliki andil besar terhadap bangsa. Utamanya spiritual dan batin. Makanya pemerintah tidak boleh memandang sebelah mata. Oleh sebab itu lahirlah undang-undang tentang pesantren. Makanya peningkatan mutu dan kesejahteraan terus diperhatikan,” imbuhnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia