Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Permintaan E-KTP di Disdukcapil Membeludak, Warga hanya Dibekali Suket

11 November 2019, 15: 53: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTRE: Beberapa warga antre mengurus e-KTP di kantor Disdukcapil Pati belum lama ini.

ANTRE: Beberapa warga antre mengurus e-KTP di kantor Disdukcapil Pati belum lama ini. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Menjelang pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) meningkat. Namun karena keterbatasan blangko, para pemohon yang akan mendaftar seleksi CPNS hanya dibekali dengan surat keterangan (suket). Sebab, hingga saat ini pengiriman blangko dari pusat masih tersendat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pati Rubiyono menjelaskan, hingga saat ini masih ada sekitar 10 ribu warga belum melakukan perekaman e-KTP. Sedangkan setiap tiga pekan hanya diberikan sekitar 500 keping blangko e-KTP. Sedangkan setiap hari ada warga yang melakukan perekaman.

“Hingga saat ini warga Pati yang masih memegang suket e-KTP mencapai 36 ribu orang. Kebutuhan blangko e-KTP memang banyak, namun kami memprioritaskan kepada warga yang membutuhkan. Misalnya difabel, jamaah umrah atau keluar negeri untuk mengurus administrasi, dan lainnya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Sementara itu, jelas Rubi, bagi pemohon yang akan mendaftar seleksi CPNS masih dilayani menggunakan suket e-KTP. Mereka tidak mendapatkan prioritas karena blangko masih terbatas dan digunakan untuk pemohon yang mendesak. Terlebih, persyaratan mendaftar CPNS diperbolehkan menggunakan suket.

“Suket berlaku selama enam bulan dan bisa diperpanjang lagi. Pendaftar CPNS bisa menggunakan suket sebagai persyaratan administrasi. Karena keterbatasan blangko, maka kami tidak bisa mengutamakan pemohon yang akan mendaftar CPNS,” terangnya.

Menurutnya, permohonan e-KTP terus bertambah dan masih dilayani dengan surat keterangan. Sementara itu masih ada 10 ribu warga Pati yang sudah memenuhi syarat memiliki e-KTP belum melakukan perekaman. Untuk itu pihaknya saat ini masih terus melakukan jemput bola ke kecamatan-kecamatan.

(ks/put/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia