Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Inola Temukan Banyak Keuntungan Kuliah di UMK Kudus

Pilih Tolak Beasiswa PTN

11 November 2019, 10: 00: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

PANUTAN: Inola Karisma, mahasiswa Fakultas Hukum semester III Universitas Muria Kudus (UMK) mendapat keuntungan banyak kuliah di kampusnya sekarang.

PANUTAN: Inola Karisma, mahasiswa Fakultas Hukum semester III Universitas Muria Kudus (UMK) mendapat keuntungan banyak kuliah di kampusnya sekarang. (DOKUMEN PRIBADI)

Share this      

KUDUSRadar Kudus - Memutuskan kuliah di Kota Kudus yang notabene kota industri merupakan kebanggaan. Meski kota kecil di Jateng,  tetapi sarat dengan potensi. Banyak peluang yang bisa dioptimalkan untuk meraih masa depan lebih baik. Hal ini pula yang diyakini Inola Karisma, mahasiswa Fakultas Hukum semester III Universitas Muria Kudus (UMK).

Sebelum akhirnya mendaftar di UMK, Inola sebenarnya mendapat tawaran beasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Bagi dia dan kawan-kawannya, bisa menimba ilmu di perguruan tinggi negeri selevel IPB tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi, menjadi mahasiswa dengan status beasiswa. 

Namun, Inola tidak serta merta menerima beasiswa tersebut. Satu hal yang membuatnya bimbang adalah orang tua yang tidak mengizinkan. Akhirnya, dia memilih kuliah di kota kelahirannya, Universitas Muria Kudus. 

”Di UMK, saya juga mendapat beasiswa. Jadi sama-sama mendapat beasiswa antara IPB dan UMK. Tapi saya memilih kuliah di UMK. Karena, info yang saya dapat UMK akan menjadi universitas internasional. Siapa sih yang nggak mau kuliah di universitas internasional?” ucap Inola.

Di UMK, gadis kelahiran 1 Maret 2000 ini tidak hanya kuliah. Dia juga direkrut menjadi mahasiswa magang di Kantor Linfokom UMK. Tugas ini bukan hal baru bagi Inola. Sebab, sebelum menjadi mahasiswa UMK secara resmi, Inola sudah ditarik di Kantor Linfokom UMK untuk magang beberapa bulan sebagai Frontliner.

 ”Setahun kemudian atau sejak bulan Juli lalu, Alhamdulillah saya dipanggil pimpinan atau Ketua Kantor Linfokom untuk magang kembali hingga saat ini. Saya berharap, pemanggilan ini karena kerja kinerja saya yang baik,” kata mahasiswa asal RT 1/RW I NO. 58 Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, tersebut.

Selain menjalani kuliah dan bekerja di Linfokom UMK, Inola juga disibukkan dengan berbagai aktivitas di luar kampus. Dia mulai merintis bisnis dengan menjalankan online shop.

"Alhamdulillah sekarang inola selain jadi mahasiswa, juga memiliki bisnis sampingan. Jadi Mbak Olshop. Dan terima banyak endorsan entah barang maupun makanan. Selain itu, inola sekarang jadi brand ambassador di Dapur TKP," tuturnya bangga. 

Sebenernya di IPB tidak didukung oleh ortu. Akhirnya Inola menuruti apa kata ortu, dan di UMK Inola malahan alhamdulillah bisa jadi mahasiswa sekaligus bisa magang di Kantor Linfokom. "Karena saya kira tidak semua mahasiswa dapat magang di kantor yang bertaraf universitas jika memang tidak mahasiswa pilihan," tuturnya merasa bangga. 

"Belum tentu jika saya tetap bersikeras masuk ke IPB dan menentang keputusan ortu, hidup saya akan seberuntung sekarang ini. Ya intinya, restu dan doa orang tua yang pertama kali menjadikan saya seperti sekarang." ujarnya . (lia)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia