Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

IDI dan PDGI Kudus Gelar Program Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan

09 November 2019, 08: 22: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

IDI dan PDGI Kudus Gelar Program Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan

KUDUS, Radar Kudus – Forum Lembaga Kesejahteraan Anak (FLKSA) Kab. Kudus, atau forum komunikasi panti asuhan se-Kabupaten Kudus, bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kudus bersepakat melaksanakan kerja sama program kesehatan di 13 panti asuhan di Kabupaten Kudus.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara FLKSA Kudus, IDI dan PDGI cabang Kudus pada Jumat, 8 November 2019 bertempat di Kantor IDI Cabang Kudus, Kompleks Perkantoran Mejobo.

Program Kesehatan ini akan diwujudkan dalam bentuk pemeriksaan kesehatan secara periodik di seluruh panti asuhan dengan melibatkan seluruh anggota IDI dan PDGI Cabang Kudus. Pemeriksaan kesehatan anak asuh akan pula dilengkapi dengan edukasi pola hidup bersih dan sehat, termasuk didalamnya kesehatan gigi dan mulut.

 “Yang paling utama dari program kesehatan ini adalah upaya edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan. Bagaimanapun upaya promotif/penyadaran kesehatan paling utama. Bagaimanapun mencegah àtau preventif, lebih baik dari upaya pengobatan (kuratif)," ujar Dr Ahmad Syaifuddin, MKes, Ketua IDI Kudus.

Program kesehatan bagi anak asuh, bagi IDI Dan PDGI menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat organisasi. "Ini adalah aktivitas yang menjadi bagian pengabdian profesi kami," terang Drg. Rustanta Herujati, ketua PDGI Cabang Kudus. "Kami berharap dengan kunjungan yang rutin, kesadaran tentang pentingnya kesehatan Gigi Dan mulut tumbuh sejak dini" lanjutnya.

Direncanakan setiap panti Àsuhan àkan mendapatkan kunjungan paling sedikit sekali dalam enam bulan. Setiap kunjungan, team Dokter àkan memberikan evaluasi pemeriksaan kepada para pengurus panti asuhan sehingga pengurus mengetahui bagaimana perkembangan kualitas kesehatan anak asuhnya. “Hasil pemeriksaan akan diinput pada sistem informasi terpadu yang dimiliki FLKSA Kudus. Sehingga setiap anak memiliki histori kesehatan serta pengurus bisa mendapatkan pula gambaran tentang kualitas kesehatan anak secara keseluruhan secara periodik,” jelas ketua IDI Kudus.

Julal Umam, Ketua FLKSA Kudus, berharap agar kerja sama ini semakin memperkaya program pengembangan panti asuhan. “Kami sangat bersyukur atas perhatian IDI dan PDGI pada panti asuhan, dengan program ini kami harapkan anak asuh bias tetap sehat dan dapat melakukan aktivitas belajar secara optimal.

Julal Umam juga menyampaikan program panti asuhan yang lain telah dilakukan, seperti program peningkatan gizi dan program lainnya yang secara berkesinambungan dilakukan bersama Djarum Foundation sejak 2015. Termasuk sistem informasi terpadu panti asuhan yang dilengkapi catatan medis anak. “Kami berharap upaya para donatur dan instansi yang membantu pemberdayaan panti akan memberikan dampak yang baik untuk kemandirian panti,”  terang Julal.

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia