Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Features
Nur Suroyya, Juara III Lomba Vlog Inahealth

Buat Karya karena Rasa Empati Lihat Orang Lain Dibully

09 November 2019, 08: 00: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

Nur Suroyya Zulianti

Nur Suroyya Zulianti (DOK. PRIBADI)

Share this      

Bermula dari keprihatinan melihat kasus bullying, Nur Suroyya Zulianti kemudian menuangkan ajakan menjauhi tindakan tak terpuji itu. Dengan vlog bertajuk ”stop bullying.” Karyanya itu berhasil meraih juara III lomba vlog Inahealth #2 UGM kategori pelajar.

FEMI NOVIYANTI, Jepara, Radar Kudus

PELAJAR bernama lengkap Nur Suroyya Zulianti ini, merasa prihatin dengan kasus bullying yang semakin banyak terjadi. Terlebih yang menimpa pelajar. Dengan kondisi itu, dia menilai perlu memberi pemahaman pada masyarakat agar kasus bullying bisa ditekan.

Dia mewujudkannya dalam vlog bertajuk ”stop bullying”. Karyanya ini, diikutsertakan dalam lomba vlog Inahealth #2 Fakultas Kedokteran Kesehatan Mayarakat dan Keperawatan, Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.

Dalam vlog buatannya, dia mengawali dengan menyampaikan definisi bullying hingga faktor-faktor yang menyebabkan kasus ini. Dia juga memberikan contoh kasus bullying anak SD yang viral di media sosial. Terakhir, dia mengajak agar semua berhenti melakukan tindakan tak terpuji itu. ”Jauhi bullying, karena kamu akan tambah musuh, dekat dengan guru BK, dan hal negatif lain,” kata Surroya dalam vlognya.

Dalam vlognya itu, dia melibatkan beberapa temannya. Salah satunya dalam sesi contoh kasus bullying. Hal ini membuat video berdurasi lima menit karyanya semakin menarik.

Pelajar kelas XII IPA 1 SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan ini menceritakan, selama ini dia aktif di sejumlah organisasi sekolah. Di sana pula dia mengasah kepeduliannya terhadap sesama. ”Jadi, jika ada kasus bullying saya merasa tergerak. Tak bisa diam begitu saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Belakangan, perlajar kelahiran 23 Maret 2002 ini, melihat banyak beredar video kasus bullying yang dialami pelajar di media sosial. ”Hal ini membuat saya merasa perlu bergerak. Salah satunya dengan membuat vlog ”stop bullying”,” tuturnya.

Melalui vlog ini, dia berharap muncul kesadaran berbagai pihak, agar mau menyuarakan stop bullying dalam berbagai kegiatan. Untuk pelajar bisa melalui kegiatan-kegiatan di sekolah.

Disinggung mengenai lomba yang diikutinya, dia mewakili sekolahnya dan berhasil mendapatkan juara III. Tak sekadar berprestasi, melalui lomba itu Suroyya mengaku banyak mendapatkan pengalaman. Di antaranya, dia lebih peduli terhadap sesama. ”Di sisi lain, juga ingin semakin menebarkan virus positif, agar semua pelajar di sekolah saya tak melakukan bullying,” ujar siswi yang menjabat sebagai pradana putri di pramuka sekolahnya ini.

Dia berharap, apa yang dilakukan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. ”Semoga orang lain bisa memiliki kepedulian yang sama terhadap bullying ini,” imbuhnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia