Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Pilkades Tegalmulyo Draw, Dihitung Ulang, Aslori Unggul Satu Suara

08 November 2019, 15: 17: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

TELITI: Panitia Pilkades Karangturi, Kecamatan Lasem, Rembang, melakukan penghitungan suara. Sejumlah desa melakukan penghitungan suara hingga tengah malam.

TELITI: Panitia Pilkades Karangturi, Kecamatan Lasem, Rembang, melakukan penghitungan suara. Sejumlah desa melakukan penghitungan suara hingga tengah malam. (VACHRI RAINALDY LUTHFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Beberapa desa yang menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) pada Rabu (6/11) lalu, melakukan penghitungan suara hingga larut malam. Bahkan, ada yang melakukan penghitungan ulang. Hasilnya pun ada yang selisih tipis untuk kemenangan salah satu calon kades (cakades). Seperti yang terjadi di Tegalmulyo, Kragan.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Nur Purnomo Mukdiwidodo menilai, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Jadi, ada beberapa desa yang proses pilkadesnya agak memakan waktu. Seperti di Desa Tegalmulyo, Kragan. Penghitungan suaranya sampai hampir pukul 00.00.

Di desa itu ada dua cakades, Suryadi dan Aslori. Setelah perhitungan terjadi draw. Pada waktu itu, dari panitia, saksi, dan calon sepakat ada penghitungan ulang. Setelah dihitung ulang sampai dua kali, ternyata ada selisih. Dimenangkan Aslori dengan jumlah 798 suara. Sedangkan rivalnya, Suryadi mendapatkan 797 suara. ”Ada kesalahan. Kami maklumi. Dari panitia dan saksi sama-sama kelelahan. Sebab, bekerja dari pagi sampai malam. Itu manusiawi,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengawasan dari Pemkab Rembang dibagi lima tim. Tersebar di 14 kecamatan. Dari hasil monitoring, hal serupa juga terjadi di Desa Sumberrejo, Pamotan. Penghitungan suara juga sampai malam hari. Di desa ini, cakades Mulyanto menang dengan selisih lima suara (777 suara) atas lawannya, Muniono (722 suara). Panitia dan saksi sudah melakukan proses perhitungan yang sesuai ketentuan. Sehingga hasil tersebut legal.

Selain di Kecamatan Pamotan, kemenangan tipis juga terjadi di Desa Watu Pecah, Kecamatan Kragan. Cakades Dariyanto menang dengan selisih dua suara (220 suara) atas lawannya Sukoco (218 suara). Ia juga menilai, dari panitia, saksi, sudah transparan, hati-hati, dan menghitung satu per satu. Tak ada masalah sampai penghitungan akhir.

Secara keseluruhan, ia menilai kinerja panitia sudah sesuai ketentuan. ”Yang lain alhamdulillah sudah clear. Memang ada beberapa yang perhitungan sampai larut malam,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto menilai, pelaksanaan pilkades serentak ini 98 persen lancar. Hanya tinggal beberapa desa yang masih dalam proses penyelesaian. Kemarin, pemkab bersama desa yang bersangkutan mengadakan mediasi. Agar permasalahan bisa terselesaikan.

”Hanya ada satu atau dua desa yang hari ini (kemarin, Red) kami selesaikan di ruang rapat bupati. Kami rapat bersama,” ujarnya di sela-sela rapat paripurna di DPRD Rembang kemarin. Pihaknya berharap dari hasil ini, para kades terpilih bisa bersinergi dengan pemkab untuk kemajuan Rembang. (vah)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia