Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Berartinya Reward Bagi Anak Didik

08 November 2019, 13: 55: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

Daningsih, S.Pd.I.; Guru MIN 1 Rembang

Daningsih, S.Pd.I.; Guru MIN 1 Rembang (dok pribadi)

Share this      

IBUUUU… aku dapat hadiah dari Bu Guru!” Teriak seorang anak yang baru pulang dari sekolah. Ibunya menyambut dengan bangga dan bahagia. Lalu menanyakan mengapa dia mendapat hadiah. Sambil bersorak kegirangan sang anak menceritakan, bahwa dia telah berhasil menyelesaikan ulangan dengan nilai sempurna. Sehingga Guru memberinya hadiah.

Dari ilustrasi di atas, dapat dirasakan betapa bahagianya anak yang mendapatkan hadiah atau reward setelah melakukan sesuatu yang membanggakan. Biasanya setelah mendapatkan hadiah atau reward, anak akan lebih termotivasi lebih giat belajar. Begitu juga anak-anak lain, akan lebih bersemangat dalam belajar agar ikut mendapatkan hadiah atau reward juga.

Apakah reward itu? Reward adalah segala sesuatu yang berupa penghargaan yang menyenangkan perasaan yang diberikan kepada siswa karena hasil baik dalam proses pendidikannya dengan tujuan agar senantiasa melakukan pekerjaan yang baik dan terpuji (Anjar Ginanjar: 2013). Reward merupakan sebuah kata yang sangat sederhana, namun begitu besar artinya jika diberikan pada anak didik.

Bentuk reward bisa bermacam-macam. Dapat berbentuk materi dan nonmateri. Pemberian reward dalam bentuk materi berupa benda-benda yang menyenangkan dan berguna bagi anak. Misalnya pemberian pensil, buku tulis, gambar bintang, dan lain-lain. Sedangkan reward nonmateri berupa kata-kata yang menggembirakan (pujian), ucapan selamat atas prestasi, pemberian tepuk tangan, pendidik mengangguk-angguk tanda senang, dan membenarkan suatu jawaban yang diberikan oleh anak didik (Purwanto,1955:183).

Sebagai pendidik apakah sudah sering memberikan reward kepada anak didik yang telah berhasil? Pasti banyak pendidik yang aktif memberikan reward. Tapi, mungkin juga ada pendidik yang hanya kadang-kadang memberikan reward. Bahkan, terkadang berat sekali memberikan reward. Sehingga bukan perubahan sikap yang dilakukan, tetapi anak didik semakin tak percaya diri, malas, dan akhirnya tak mau sekolah, karena sikap sebagai pendidik yang kurang baik kepada siswa. Padahal satu bentuk reward berupa tepukan tangan yang sangat sepele saja, jika diberikan pada siswa-siswi, bisa menjadi motivasi yang luar biasa.

     Sebagai pendidik tentu saja menginginkan anak didik berprestasi. Salah satu yang harus dilakukan, memberikan reward. Sebab, reward di antaranya bisa meningkatkan motivasi. Siswa secara otomatis akan semakin giat belajar dan mempertahankan prestasinya. Siswa lain akan termotivasi pula untuk mendapatkan reward dari bapak atau ibu gurunya. Bisa jadi dengan reward ini, anak yang tadinya malas menjadi lebih giat belajar. Semakin tinggi motivasi anak dalam belajar semakin mungkin anak tersebut untuk berprestasi.

Selain itu, meningkatkan jiwa saing anak. Dengan pemberian reward, jiwa saing atau jiwa kompetitif anak akan meningkat. Jika anak sudah memiliki prestasi yang baik, secara otomatis akan belajar lebih giat. Sehingga posisinya tak digeser anak lain. Bagi anak yang belum memiliki prestasi, akan belajar lebih giat agar bisa berprestasi seperti temannya.

Bisa juga sebagai penghargaan terhadap diri anak. Adanya reward membuat anak merasa gembira dan bahagia. Dengan adanya penghargaan akan semakin menambah semangat anak untuk terus belajar dan belajar. Hal ini akan menjadi contoh anak lain. Anak yang lain akan merasa senang dan bangga melihat temannya yang berprestasi mendapatkan penghargaan.

     Reward memang sangat penting untuk anak didik. Tak salah bila reward menjadi salah satu bentuk alat pendidikan yang mampu memberikan motivasi belajar bagi siswa. Ketika seorang siswa mendapatkan penghargaan karena beprestasi, tentu semangat belajarnya akan meningkat, karena keinginan untuk mempertahankan dan menaikkan prestasi belajarnya. Motivasi belajar siswa akan meningkat ketika prestasi dan kerja keras untuk mencapai kesuksesan belajar itu diiringi penghargaan dan apresiasi yang baik.

Untuk itu, sebagai pendidik jangan pernah bosan memberikan reward kepada anak didik yang berprestasi maupun yang lain, agar anak didik semakin lebih bersemangat belajar. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia