Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

SMPN 5 Rembang Jadi Satu-satunya Sekolah Ramah Anak di Kota Garam

08 November 2019, 11: 24: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

TINGKATKAN MUTU: Kepala Sekolah SMPN 5 Rembang, Wiyono bersama guru, murid, karyawan dan orang tua deklarasi sekolah ramah anak. Komitmen sekolah ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM siswa dalam belajar.

TINGKATKAN MUTU: Kepala Sekolah SMPN 5 Rembang, Wiyono bersama guru, murid, karyawan dan orang tua deklarasi sekolah ramah anak. Komitmen sekolah ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM siswa dalam belajar. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

 REMBANG, Radar Kudus - SMPN 5 Rembang menjadi satu-satunya sekolah yang telah mendeklarasikan diri sebagai sekolah ramah anak-anak, Kamis (7/11) kemarin. Sekolahan yang berada di tepi jalan Pantura Rembang ini, siap menjadi taman belajar siswa dalam menimba ilmu.

Kepala Sekolah SMPN 5 Rembang Wiyono menyampaikan, deklarasi sekolah raman anak digelar dalam rangka menciptakan peningkatan mutu pendidikan dan kualitas siswa. Salah satu caranya, dengan menciptakan kondisi belajar yang nyaman bagi anak-anak.

“Kalau sudah tercipta nyaman, semua akan mengikuti. Anak-anak dapat nyaman belajar disekolah. Menganggap sekolah sebagai taman belajar. Ini kunci utama. Sehingga di sekolah lingkungan bersih, aman, tidak ada bully. Baik sesama teman atau bapak ibu guru,” ungkapnya.

Wiyoto menuturkan, bagaimana menciptakan kondisi antara anak dan bapak ibu guru sebagai sahabat. Jika guru sudah menjadi orang tua atau sahabat anak-anak merasa dekat. “Insya Allah ke depan belajarnya menjadi lancar. Maka dalam kesempatan ini saya dengan warga sekolah berkomitmen mewujudkan sekolah SMPN 5 ramah anak,” komitmenya.

Untuk menunjang semua itu dimulai kehidupan mereka. Contoh, kecil akses MCK yang telah dibenahi secara nyata. Kemudian dari sisi gedung. SMPN 5 Rembang mulai berbenah. Di gedung yang sudah mulai usah dilakukan rehab.

“Kini sarplas sudah tampak. Termasuk dari sisi pembelajaran. Kebijakan sekolah memasang layar LCD. Ini digunakan untuk pembelajaran teknologi informasi. Tidak hanya itu saja sekolah juga ambil kebijakan anak-anak dapat membawa HP android,” ujarnya.

Menurutnya dengan diperbolehkan membawa HP, sekolah bisa menerapkan dan memberikan pendidikan bagimana memanfaatkan alat komunikasi tersebut dengan benar. ”Kami ingin sarana telepon pintar itu bisa untuk belajar anak-anak,” ungkapnya.

Terkait sistem pembelajaran tersebut sekolah jalin kerja sama dengan program ruang guru. “Kebetulan sudah dilakukan sosialisasi di sekolah. Termasuk sekolah juga sudah mendapatkan sertifikat ruang guru,” bebernya.

Pihaknya yakin dengan sosialisasi yang benar soal kebijakan membawa HP pada siswa. Dampak negatif dapat dicegah. Tentunya, tekins di lapangan, perlu ada kontrol. Caranya tiap pagi hari anak membawa HP di masukkan almari. Lalu dikunci. Kemudian saat pembelajaran digunakan diambil. Setelah selesai di masukan loker sampai pulang.

“Jadi tidak ada jam istirahat anak-anak menggunakan HP. Kaitannya pembelajaran ini sekolah sudah siapkan fasilitas wifi,” ungkapnya.

Secara khusus, kegiatan deklarasi ramah anak. Pihak sekolah juga sosialisasikan cuci tangan menggunakan sabun. Makanya di setiap ruang sekolah disediakan wastafel. Sehingga komitmen ini harus menjadi budaya yang diterapkan di lingkungan SMPN 5 Rembang. “Ini termasuk pengembangan karakter siswa dengan berperilaku hidup bersih dan sehat,” imbuhnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia