Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Dicek Rektor, Proyek Kampus Undip di Rembang Baru 45 Persen

08 November 2019, 11: 13: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK GAMBAR: Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama Rektor Undip, Yos Yohan Utama saat meninjau pembangunan kampus PSDKU Undip di Rembang, kemarin.

CEK GAMBAR: Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama Rektor Undip, Yos Yohan Utama saat meninjau pembangunan kampus PSDKU Undip di Rembang, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Proyek pembangunan gedung perkulihan PSDKU Undip di kompleks GOR Mbesi, baru berjalan sekitar 45 persen. Ini terungkap saat Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Rektor Undip berkunjung melihat langsung proses pekerjaan proyek yang digadang-gadang sebagai kampus dengan gedung perkuliahan milenial yang ramah dengan difabel.

Gedung PSDKU Undip dibangunkan Pemkab dibangun dengan dana Rp 9,051 miliar. Pelaksanannya PT. Padat Sari Perkasa dan konsultan pengawas CV Multiline. Waktu pengerjaannya 145 hari. Untuk tanggal kontrak yang tertera di papan proyek Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga tanggal 07 Agustus 2019. Sesuai nomor kontrak 00001/k-kt/1.01.01.01/VII/ 2019.

Progres pembangunannya terus dikebut. Terbaru progresnya mencapai 48 persen. Artinya gedung ini hampir setengahnya sudah rampung pekerjaan fisiknya. Kemarin secara khusus Bupati Rembang, Abdul Hafidz mendampingi Rektor Undip, Yos Yohan Utama saat berkunjung di Rembang.

PENGECORAN: Sejumlah pekerja melakukan pengecoran di bagian atap.

PENGECORAN: Sejumlah pekerja melakukan pengecoran di bagian atap. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Rombongan dari Undip datang sekitar pukul 13.30. Sebelumnya rombongan meninjau perkuliahan Undip di Rembang. Dimana saat ini kampus sementara yang digunakan menempati kantor eks Inspekorat. Hampir 30 menit rombongan meninjau kualitas proyek.

Bupati Rembang Abdul Hafidz usai mendampingi rektor Undip saat dikonfirmasi koran ini menyampaikan progress pembangunan gedung sesuai PPK prosentase 48 persen. Jika melihat progresnya masih minus, namun hanya sedikit.

”Memang masih minus, namun sedikit. Tetapi akan ditambeli, jadi di pekerjaan finishing akan dipercepat. Hitung-hitungnya sesuai jadwal yang ditetapkan konsultan dapat terpenuhi,” optimistisnya.

Bupati saat meninjau proyek tersebut cukup bangga dengan hasil. Diakuinya dari sisi konstruksi kokoh sekali. Jadi tidak ragu-ragu dan apresiasi. Karena ini sesuai dengan harapan yang diinginkan pihak Undip Semarang.

Meskipun tidak dipungkiri suara di luar ada yang pesimistis tidak jadi masalah. Memang masyarakat tidak tahu sebenarnya. Mereka hanya melihat dari luar. Inilah yang disayangkan. Jadi dipastikan sesuai dengan penyedia jasa akan diselesaikan pada waktu yang ditetapkan.

”Untuk desain kita serahkan sepenuhnya pihak Undip. Pertama sempat ada revisi-revisi. Makanya agak minus. Demikian semua menjadi ranah Undip. Karena Undip yang akan mengelola, memanfaatkan dan menggunakan,” terangnya.

Untuk itu, Bupati menekankan tidak mau membangun seenaknya tanpa ada hasil dari Undip. Harapannya setelah jadi gedung dapat dimanfaatkan. Tentu harus ada proses yang akan dilalui. Jadi ada timing (waktu) yang tepat. Dalam hal ini menyesuaikan perkuliahan di Undip.

Rektor Undip, Yos Yohan Utama mengapresiasi Kabupaten Rembang. Menurutnya, ini kabupaten sangat maju di bawah pimpinan Bupati Rembang Abdul Hafidz. Dimana menyiapkan kampus-kampus untuk berkiprah.

”Semua ini merupakan upaya Undip untuk meningkatkan SDM di Rembang. Supaya ada multi player efek. Dengan ada kampus Undip kami yakin pasti ada pergerakan kekuatan ekonomi baru,” yakinnya.

Dia mencontohkan, jika di Rembang ada seribu mahasiswa. Bisa dihitung banyak kos-kosan yang akan didapat. Belum laundry, makanan, foto copy dan lain sebagainya. Ini merupakan titik yang diharapkan menjadi titik tenang.

Yos menambahkan, Rembang berada antara Jateng dan Jatim, berbatasan ada Blora, Cepu dan Bojonegoro. Ketika menjadi pusat pendidikan biasanya kabupaten akan ikut terangkat. Oleh karena itu akan menambah beberapa prodi baru yang umum. Yang diajukan tidak main-main pasti akreditasi A. “Kampus ini jadi gedung milenial. Satu catatan dirancang untuk memfasilitasi kaum difabel. Jadi sudah ada lift. Memang tidak dianggarkan kabupaten. Namun Insya’allah akan di isi. Dana yang disiapkan tahun 2020 sebesar Rp 15 miliar,” ungkapnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia