Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Deklarasi Lima Pilar STBM, Desa Klitikan Jadi Percontohan di Grobogan

07 November 2019, 05: 32: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

DICANANGKAN: Dinkes Grobogan mendeklarasikan Desa STBM Utama di Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati.

DICANANGKAN: Dinkes Grobogan mendeklarasikan Desa STBM Utama di Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Untuk pertama kali dan satu-satunya, Kabupaten Grobogan menjadi kabupaten pertama yang sukses dalam Pilar 1 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Kesuksesan ini membuat kabupaten ini naik ke STBM utama lima pilar dan mendeklarasikannya di Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati.

Sebelum STBM utama, pada 31 Mei 2016, Kabupaten Grobogan mendeklarasikan diri sebagai kabupaten Open Defecation Free (ODF) pertama di Jawa Tengah. Namun, perjuangan sanitasi terus dikembangkan Pemkab Grobogan.

”Sanitasi harus terus ditingkatkan melalui sanitasi layak dan perubahan perilaku masyarakat. Terutama melalui lima pilar. Tak hanya Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tapi juga perilaku cuci tangan pakai sabun, perilaku pengelolaan makanan, dan minuman rumah tangga, perilaku pengamanan sampah rumah tangga, dan perilaku pengamanan limbah cair rumah tangga,” jelas Sekda Grobogan Moch Sumarsono.

Maka, Desa Klitikan menjadi satu-satunya desa yang tuntas STBM. Sebab desa ini memiliki lima pilar dengan sempurna. Desa ini juga menerapkan perilaku higenis dan sanitasi. Melalui STBM utama ini Desa Klitikan kerap mendapat kunjungan studi banding dari desa lain. Bahkan Negara Vietnam juga sempat melakukan kunjungan ke sana. ”Harapannya seluruh desa di kabupaten ini mampu menerapkan hal serupa,” tegasnya.

Sesuai data, STBM akses sanitasi di Kabupaten Grobogan per Oktober mencapai  72,70 persen akses sanitasi layak. Sedangkan sanitasi dadar sebanyak 27,80 persen. Dengan rincian jamban sehat permanen mencapai 67,58 persen, jamban sehat semi permanen 23,30 persen dan sharing 9,13 persen. Jumlah tersebut masih di bawah target Kabupaten Grobogan yaitu sebesar 98 persen akses sanitasi layak dan 2 persen akses dasar.

Jika lima pilar mampu diterapkan dengan baik maka akan terhindar dari berbagai macam penyakit dan mengurangi kasus penyakit.

”Bahkan dengan lima pilar ini lingkungan akan bersih. Sehingga mampu menurunkan angka kematian bayi dan ibu. Karena sampai saat ini Kabupaten Grobogan masih menjadi peringkat pertama angka kematian ibu dan bayi se-Jawa Tengah,” keluhnya.

Kades Klitikan Surinto menambahkan adanya deklarasi ini menjadi motivasi untuk desa yang lain. ”Persiapan kami sudah sejak 2013, hingga kini puncaknya. Kami terus pertahankan dan kembangkan. Mengubah perilaku hidup memang sulit tapi step by step, kami terus mendekati masyarakat agar bisa mempertahankan ini,” jelasnya. 

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia