Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Lakukan Pencurian dengan Kekerasan terhadap Santri, Oknum Bonek Dibui

06 November 2019, 16: 10: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

LEMAS: Seorang korban palak oknum Bonek mengalami luka patah kaki karena terjatuh saat meloncat dari truk.

LEMAS: Seorang korban palak oknum Bonek mengalami luka patah kaki karena terjatuh saat meloncat dari truk. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

SLUKE, Radar Kudus – Ms, 22 tahun, warga Tambakwedi Barat No 10 Kecamatan Kenjeran dan RSG, 16 tahun, pelajar SLTA warga Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, harus menahan dinginnya sel. Ini lantaran ulah mereka yang mengatasnamakan Bonek melakukan pencurian dengan kekerasan. Korbanya dua santri yang mondok di Sarang.

Korban atas nama SA, 16 dan MR, 16 tahun. Peristiwa ini, di wilayah pantura Sluke. Posisinya di Desa Jatisari, tetap di sebelah barat SPBU. Bermula saat pada Senin siang kemarin, pukul 12.30 WIB, korban pulang dari Sarang berencana membeli kitab. Dua anak santri ini kemudian menumpang truk dari Sarang.

Tak berselang lama truk berjalan, ada segerombolan anak-anak yang mengaku bonek turut naik truk yang sama. Para pelaku tersebut melancarkan aksinya dengan memalak dua santri tersebut, karena takut dua santri ini  meloncat dari atas kendaraan yang posisinya berjalan.

Sehingga mengakibatkan dua santri mengalami luka-luka. Pertama mengalami luka pada kepala sebelah kiri sobek mendapat enam jahitan dan kaki kiri diduga patah. Sedangkan satu korban lainnya nengalami luka terkilir pada pergelangan mata kaki dan bengkak.

Kasatrekrim Polres Rembang, AKP Bambang Sugito saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus membenarkan adanya peristiwa yang terjadi di wilayah Sluke. Untuk pelaku yang tertangkap Bonek. Mereka melakukan curas dengan korban santri. Kini proses sidik lanjut.

”Sudah pada tingkat sidik. Ada tersangka di bawah umur. Jadi perlu pendampingan balai pemasyarakatan dan orang tua,” katanya singkat kepada koran ini.

Ia menambahkan, karena terkait kasus di bawah umur jadi ada aturan tersendiri. Khususnya untuk menangani kasus anak. Karena ancaman sembilan tahun dan curas saling terkait, tetap dilakukan penahanan.

Penahanan ini dilakukan untuk dua pelaku. Karena cukup bukti saksi. Telah melakukan tindakan curas. Barang bukti uang Rp 170 ribu dalam bentuk pecahan seratus ribuan. Lalu 1  buah tas punggung warna merah dan biru terdapat tulisan Bloods berisi peci dan sarung.

“Kemudian 1 buah tas warna coklat dan hitam terdapat tulisan MX dan Monsta X yang berisi buku Qitab dan sebuah jaket. Barang-barang bukti itulah yang berhasil dikumpulkan pasca kejadian tersebut,” imbuhnya.

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia