Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Libatkan 2.000 Personel, Pengamanan Pilkades di Rembang tanpa Senpi

06 November 2019, 13: 54: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

KAWAL PILKADES: Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri) saat menyematkan tanda pengawalan pilkades serentak kemarin.

KAWAL PILKADES: Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri) saat menyematkan tanda pengawalan pilkades serentak kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Pilkades serentak di 237 desa di Kabupaten Rembang digelar hari ini. Antisipasi munculnya ketegangan atau kerawanan diantisipasi. Kesiapan ini telah ditunjukkan saat hari tenang kemarin. Ada 2.000 pasukan telah disiapkan guna antisipasi. Merera melakukan pengamanan di masing-masing TPS dengan tanpa menggunakan senjata api (senpi).

Pergeseran pasukan ke TPS dilakukan selama tiga hari. Terhitung sejak kemarin hingga besok (5-7/11). Namun waktunya dapat berubah. Tergantung kondisi di lapangan. Apalagi dari pemetaan, setidaknya ada 12 desa di sembilan kecamatan yang mendapat perhatian lebih.

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat apel pergeseran pasukan kemarin menyatakan, persiapan sudah rencanakan dari awal. Mulai mapping tentang pra dan pascapilkades. Dari sisi keamanan sudah siap, mulai dari TNI dan Polri, linmas, dan sebagian organisasi masyarakat. ”Semuanya ditujukan untuk menghindari ketegangan keamanan di lokasi pilkades,” ujarnya.

Pilkades serentak digelar di 237 desa hari ini. Meskipun ada satu desa yang menjalani proses di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Tepatnya di Desa Menoro, Kecamatan Sedan. Namun tak mengganggu proses pilkades. Apalagi sidangnya masih tahapan memeriksa dokumen dan saksi-saksi. Belum uji materi. Jadi, pilkades tetap digelar 237 desa.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto menjelaskan, ada 2.000 personel gabungan yang dikerahkan. Baik dari Polri, TNI, linmas, dan elemen masyarakat. Untuk membantu pengamanan pilkades serentak. ”Dari polres kota lain kami libatkan. Seperti dari Kabupaten Blora, Kudus, dan Demak,” jelasnya.

Disinggung titik rawan, diakui ada beberapa desa di sejumlah kecamatan. Hanya, kapolres enggan membeberkan. Pastinya sudah ada 11 desa yang dikantongi. Namun, mudah-mudahan aman. ”Termasuk botoh (perjudian) kalau ada kami tindak,” katanya. ”Penempatan personel tergantung karakter wilayah. Ada TPS yang dijaga satu personel. Ada juga yang dua personel,” ungkapnya.

Kepala Bagian Operasional Polres Rembang Kompol Yohan Setiajid menerangkan, ada 12 desa di sembilan kecamatan yang dianggap rawan. ”Ini mengacu kerawanan periode lalu,” terangnya.

Dia melanjutkan, disebut rawan karena ada beberapa indikator. Di antaranya calon yang maju merupakan calon yang pada pilkades periode lalu tak jadi, maju lagi. Indikator lain, calonnya sama-sama kuat. Dimungkinkan kemenangan hanya selisih tipis. Juga jarak yang cukup jauh. Seperti di Desa Ngiri dan Ronggo yang berbatasan dengan Pati dan Blora.

Dandim 0720/Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto menambahkan, pihaknya membantu mengerahkan personel di setiap desa. Juga disiagakan satu pleton yang stanby di makodim. ”Kami siapkan 280 personel. Tergantung petunjuk dari kapolres, apakah ada permintaan atau sebaliknya. Kalau ada permintaan langsung kami diperbantukan. Juga tanpa senpi. Peralatan menggunakan tongkat, tameng, dan sebagainya,” imbuhnya.

(ks/noe/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia