Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Hari Ini Pilkades Serentak Dilaksanakan di Rembang

06 November 2019, 13: 32: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

Hari Ini Pilkades Serentak Dilaksanakan di Rembang

REMBANG, Radar Kudus – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Rembang dilaksanakan hari ini. Ada 237 desa yang akan menggelar pesta demokrasi. Data yang dihimpun Radar Kudus, dari ratusan desa tersebut, ada 27 desa di delapan kecamatan yang memiliki calon masih keluarga.

Delapan kecamatan tersebut, Kecamatan Sumber, Bulu, Gunem, Sale, Kaliori, Pancur, Kragan, dan Sluke. Dari kecamatan Sumber, ada lima desa dengan cakades famili dan suami-istri. Desa lain, ada Desa Kedungtlutup, Jatihadi, Randu Agung, Tlogotunggal, dan Megulung.

Sementara di Kecamatan Bulu, ada Desa Kragan; di Kecamatan Gunem ada satu desa; serta di Kecamatan Sale dan Sluke ada dua desa.

SANTAI: Calon kepala desa suami-istri Desa Telogotunggal, Sumber, Sumarno (tengah) dan Yuyun (kiri) menerima tamu di rumahnya kemarin.

SANTAI: Calon kepala desa suami-istri Desa Telogotunggal, Sumber, Sumarno (tengah) dan Yuyun (kiri) menerima tamu di rumahnya kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Di Kecamatan Kaliori menempati jumlah terbanyak. Ada sembilan desa. Yakni Desa Maguan, Wiroto, Sidomulyo, Karangsekar, Mojorembun, Tunggulsari, Dresi Kulon, Purworejo, dan Bogoharjo. Terbanyak kedua di Kecamatan Pancur. Ada enam desa. Yakni Desa Japeledok, Pandan, Kalitengah, Punggurharjo, Pohlandak, Warugunung, Sendang, Blimbing, dan Jurangrejo.

Profesi dari calon-calon tersebut beraneka ragam. Ada yang incumbent kepala desa, petani, nelayan, dan mengurus rumah tangga (MRT). Hubungannya rata-rata suami-istri. Ada juga yang kakak-adik dan anak-orang tua.

Di antaranya cakades suami-istri, di Desa Telogotunggal, Kecamatan Sumber. Yakni, Sumarno dan Yuyun Kinarsih. Hari tenang kemarin, terasa di rumah Sumarno dan Yuyun Kinarsih. Di balai desa yang tak jauh dari kediaman mereka, sudah tampak persiapan. Ada beberapa orang di sana. Tenda dan kursi sudah tertata. Tak luput gambar wajah Sumarno dan Yuyun yang terpampang pada banner di pagar.

Sementara itu, di rumah mereka agak ramai. Ibu-ibu berbincang santai di teras. Sementara bapak-bapak asyik nongkrong di depan rumah. Di halaman sudah dipasang tenda. Masuk ruang tamu, terlihat berbagai hidangan di meja. Tak lama, Sumarno menyambut kedatangan Radar Kudus.

Dia berpakaian santai. Hanya pakai kaus oblong dan sarungan. Ia mempersilakan duduk. Beberapa saat kemudian, Yuyun, istrinya nongol dari ruang tengah. ”Makan ya, Kak,” sapanya. Ia pun kembali masuk. Lalu keluar. Sambil membawa dua piring opor ayam.

Tak hanya kemarin, setiap hari di rumahnya didatangi banyak tamu. Sekitar 50 tamu setiap hari. Untuk itu, di halaman dipasang tenda. ”Ya untuk lek-lekan (begadang) kalau malam. Warga-warga sekitar. (Masak-masak) sudah sekitar sepekan,” katanya.

Sumarno mengatakan, awalnya, di Desa Telogotunggal ada beberapa calon. Salah satunya Sumarno. Tetapi saat pemberkasan, calon-calon tersebut tak memenuhi persyaratan. Akhirnya dilakukan perpanjangan waktu pemberkasan. Namun tetap tidak dilengkapi. Akhirnya calon kades tinggal suami-istri ini.

Untuk persiapan, Sumarno mengaku tak punya persiapan khusus. Ia dan Istrinya akan hadir di lokasi pencoblosan. Tak ada pakaian khusus. Rencana hanya mengenakan batik. (vah)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia