Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Hari Ini Bupati dan Sekda Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dinakikan

06 November 2019, 12: 58: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

LEMAS: Drs Karsimin, MM digelandang tim petugas pegawal tahanan Kejati Jateng untuk dibawa ke Lapas Semarang beberapa waktu lalu.

LEMAS: Drs Karsimin, MM digelandang tim petugas pegawal tahanan Kejati Jateng untuk dibawa ke Lapas Semarang beberapa waktu lalu. (RADAR SEMARANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus – Kasus dugaan korupsi di Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora telah menyatakan mantan sekretaris dinas Karsimin ditahan beberapa waktu lalu. Kali ini, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) mulai memanggil para saksi. Di antaranya Bupati Djoko Nugroho dan Sekda Komang Gede Irawadi. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi oleh penyidik kejati hari ini pukul 09.00.

Pemanggilan orang nomor 1 di Blora itu, berdasarkan surat perintah penyidikan Kejati Jateng Nomor: Print-04/M.3/Fd. 1/09/2019 tanggal 3 September 2019 Nomor Print-1584/M.3/Fd.1/10/2019 tanggal 14 Oktober 2019 dalam perkara Tindak Pidanan Korupsi terkait program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) pada Dinakikan Blora 2017 s/d 2018 atas nama Karsimin.

Sekda Blora Komang Gede Irawadi mengaku, surat panggilan sudah diterima dari bupati. ”Kasus ini saya juga tidak tahu. Karena saya menjabat baru dua hari, tanggal 5 ada rapat di setda. Saya akan jelaskan kepada penyidik nanti. Saya baca Pak Bupati sama (diperiksa) pukul 09.00 (menjadi saksi) atas tersangka Karsimin,” jelasnya.

Komang menambahkan, dia kemarin belum ada persiapan apapun. Apalagi surat juga baru turun. ”Nanti apa yang saya tahu akan saya jelaskan,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng I Ketut Sumedana melalui Kasi Penuntutan Kejati Chalis mengaku, hari ini kejati memang memanggil Sekda Blora Komang Gede Irawadi dan Bupati Blora Djoko Nugroho sebagai saksi atas tersangka Karsimin.

Diketahui bersama, Kejati Jateng telah menahan dua tersangka kasus korupsi Upsus Siwab. Keduanya, Mantan Sekretaris Dinakikan Blora Karsimin dan mantan Kepala Dinakikan Wahyu Agustini menjabat sebagai staf ahli bupati namun kini sudah diberhentikan.

Karsimin sendiri, diduga kuat ikut berperan mengumpulkan uang dengan berinisiatif memotong dana Upsus Siwab bersama kepala dinas. Uang itu, kemudian dibagikan dan digunakan untuk kegiatan di luar program. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Karsimin dan Wahyu Agustini didakwa dengan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Ancamannya hukuman 20 tahun.

Upsus Siwab sendiri, merupakan salah satu program yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri. Kedua tersangka diduga telah memotong dana program inseminasi buatan (IB), program identifikasi, serta program pemeriksaan kebuntingan dalam pelaksanaan program Upsus Siwab 2017 dan 2018. Dari hasil serangkaian pemeriksaan, kerugian negara yang semula diperkirakan mencapai Rp 670 juta, ternyata meningkat menjadi Rp 2 miliar.

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia