Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Polisi Periksa Kepala Pasar Sarang Selidiki Penyebab Atap Teras Ambruk

06 November 2019, 10: 03: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

DILARANG MELINTAS: Pihak kepolisian memberi garis polisi pada atap teras Pasar Sarang yang roboh.

DILARANG MELINTAS: Pihak kepolisian memberi garis polisi pada atap teras Pasar Sarang yang roboh. (POLRES REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Tindak lanjut robohnya atap teras Pasar Sarang telah dilakukan. Kemarin, pihak kepolisian memberikan garis polisi. Pada atap teras yang roboh itu. Selain itu, beberapa pihak juga dimintai keterangan. Salah satunya kepala pasar Sarang.

Kasat Reskrim Polres Rembang Arjun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Soegito mengatakan, hingga sekitar pukul 11.30 Senin (4/11) kemarin dilakukan upaya penyelidikan. Terhadap pengelola pasar dan pihak yang melakukan pembangunan tersebut.

”Ini kami masih melakukan penyelidikan. Kami mengambil keterangan dari kepala pasar. Nanti baru muncul nama-nama,” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus.

Area yang roboh sementara diberi  garis polisi. Sementara itu, Kabid Bina Pasar Dinindagkom UKM Rembang Isnan Suprayogi mengatakan, hingga Senin (4/11) kemarin di area pasar Sarang masih ada kunjungan dari berbagai pihak. Seperti dari kepolisian. ”Yang jelas untuk yang kena imbas ambruk itu saat ini masih di police line. Kami belum ada laporan. Kami masih menunggu informasi,” katanya.

Ditanya tentang pihak yang melakukan pembangunan atap tersebut, pihaknya meminta pertanggungjawaban kepada pihak pasar dan pedagang. Untuk memberikan informasi terkait pemborong.

”Yang jelas identitasnya (pembangun,Red) sudah ada. Tetapi teman-teman di lapangan ini karena kesibukan, jadi belum sempat melangkah ini. Hari ini (Senin kemarin,Red) harus saya dengar,” imbuhnya.

Saat memantau kondisi di tempat kejadian kemarin (4/11), salah satu pedagang mengatakan, pembangunan ini merupakan inisiatif pedagang.

Pada masing-masing kotak. Jumlah pedagang yang iuran lebih dari delapan. ”Lebih (kalau 8 orang). Yang buat sendiri-sendiri. Kalau yang sebelah ini empat orang,” katanya.

Kanopi yang roboh ini, dibangun swadaya pedagang. Atap teras itu terbagi beberapa kotak. Masing-masing kotak sekitar 4 meter. Dan diisi beberapa pedagang. Salah satu pedagang di kotak sebelah tengah, mengaku iuran bersama dua kawannya. Masing-masing  Rp 2 juta.

Jadi, kanopi-kanopi tersebut dibangun teripisah. Ada yang sudah sekitar setahun Ada juga yang baru baru satu bulan. Tujuan pembangunan ini untuk menangkal panas. Dan air jika musim hujan. Karena jika tidak diberi kanopi, dikhawatirkan air bisa masuk. (vah)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia