Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Ratusan Polisi Ikuti Tes Kejiwaan Bawa Senpi

05 November 2019, 15: 43: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

TES KEJIWAAN: Ratusan anggota Polres Grobogan mengikuti tes kejiwaan untuk bisa memegang senpi di gedung aula Universitas An-Nur Purwodadi, kemarin.

TES KEJIWAAN: Ratusan anggota Polres Grobogan mengikuti tes kejiwaan untuk bisa memegang senpi di gedung aula Universitas An-Nur Purwodadi, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Sebanyak 116 anggota Polres Grobogan mengikuti tes kejiwaan dalam mendapatkan izin pakai senjata api di aula Universitas An-Nur Purwodadi Senin (4/11). Mereka harus melalui serangkain tes dan memenuhi syarat lain sehingga diperbolehkan memegang senjata api.

Tes kejiwaan diikuti oleh pemohon baru atau yang akan memperpanjang izin pakai senjata api genggam dinas Polri.

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq mengatakan, setiap anggota Polri yang memegang senjata api dinas ditentukan sesuai hasil psikotes. Selain itu juga mengikuti rangkaian tes Kejiwaan yang dilaksanakan oleh Bid Dokkes Polda Jateng.

Anggota pemegang senjata api harus memiliki kriteria, antara lain mampu mengendalikan diri serta punya stabilisasi emosi dan daya tahan dalam menghadapi tekanan. Selain psikotes, tes kejiwaan juga jadi satu di antara alat untuk mengukur kualifikasi itu pada diri anggota atau pemohon.

”Tes ini rutin setiap setahun sekali,” kata Kapolres.

Seringnya kejadian penyalahgunaan senjata api oleh oknum anggota Polri di lapangan membuat tes psikologi ini penting bagi calon pemegang sejata api. Dengan ujian itu, akan diketahui kelayakan anggota Polri pemegang senjata api dalam mengendalikan emosi saat menghadapi situasi.

Sementara AKBP Supramu dari Bid Dokkes Polda Jateng menambahkan, tes kejiwaan yang diselenggarakan oleh Bid Dokkes Polda Jawa Tengah ini bertujuan untuk memastikan kesehatan rohani dan sehat jiwanya sehingga permasalahan yang dihadapi anggota tidak mempengaruhi dalam memegang senjata api.

”Bagi peserta yang lulus tes kejiwaan belum serta merta berhak memegang senjata api. Mereka masih harus menjalani pemeriksaan dan pengawasan oleh pimpinannya untuk mengetahui tingkah laku dan perbuatan mereka selama berdinas di instansinya,” katanya.

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia