Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Periksa Dua Saksi dari BRI Cepu soal Kasus Pembobolan Rekening

05 November 2019, 15: 24: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

CAIRKAN TABUNGAN: Nurkholis, pelaku pembobolan rekening milik Indrati menjalani rekonstruksi saat mencairkan dana dari rekening korban di BRI Unit Kedungtuban. 

CAIRKAN TABUNGAN: Nurkholis, pelaku pembobolan rekening milik Indrati menjalani rekonstruksi saat mencairkan dana dari rekening korban di BRI Unit Kedungtuban.  (FARID RUDIANTORO FOR RADAR KUDUS)

Share this      

CEPU, Radar Kudus – Dua saksi kasus kasus pencurian buku tabungan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cepu Unit Kedungtuban memenuhi panggilan Polsek Kedungtuban kemarin. Mereka berinisial YWA dan LW. Datang didampingi penasihat hukum dan kepala Unit Kedungtuban BRI Cabang Cepu, Lukas.

Keduanya dihadirkan untuk dimintai keterangan oleh penyidik. Mereka dimintai keterangan selama hampir 2 jam lebih. Yaitu mulai pukul 10.00 sampai pukul 12.30. Saat keluar dari ruang penyidik, Lukas bersama penasihat hukumnya, enggan memberikan keterangan. Dia hanya membenarkan kalau ada dua pegawai yang dimintai keterangan oleh Polsek Kedungtuban.

“Iya, tadi ada dua yang diperiksa,” kata Lukas, Kepala Unit BRI Kedungtuban, Senin (4/11) kemarin sambil berlalu begitu saja bersama dengan penasihat hukumnya.

Sementara itu, penasihat hukum juga belum bisa dimintai keterangan. Hanya terlontar, kalimat singkat. “Maaf kami tidak bisa memberi keterangan ke media," terangnya.

Kapolsek Kedungtuban, Iptu Suharto, menyampaikan, dalam pemeriksaan itu, saksi ditanya terkait prosedur dan mekanisme pencairan dana. Serta sejumlah pertanyaan lain. “Belum diketemukan unsur membantu tersangka dalam kasus tersebut. Objek kasus tetap pada pencurian itu sendiri,” kata dia.

Menurutnya, pengkajian tetap dilakukan dari hasil pemeriksaan tersebut. Selanjutnya akan disesuaikan dengan keterangan pelaku. “Kalau dirasa kurang, maka saksi akan kembali dipanggil,” ujarnya.

Diketahui bersama, pihak kepolisian juga sudah melakukan rekonstruksi pencurian buku tabungan ini. Ada 37 adegan diperagakan dengan 3 tempat kejadian perkara yang dituju dalam rekonstruksi.

Pertama, rumah warung milik korban, Indrati, 40, Desa Kedungtuban (Lokasi pengambilan buku tabungan). Selanjutnya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Cepu Unit Kedungtuban yang digunakan tempat transaksi pengambilan uang. Serta di Desa Wadung. Tempat pembakaran buku tabungan milik korban. Yaitu di gundukan sampah bekas pembakaran.

Dari rekonstruksi terungkap, bahwa Teller BRI, tidak melalui prosedur yang benar. Tanpa melalui verifikasi pemilik buku tabungan. Teller yang diperankan saksi pengganti langgsung memberikan uang. Usai menerima uang, pelaku langsung bergegas meninggalkan BRI. Karena tidak banyak antrian, sehingga tidak butuh waktu lama untuk mencairkan uang dari buku tabungan tersebut. Pelaku juga dijerat dengan pasal 362 tentang pencurian yang ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Terpisah, Penasehat hukum tersangka, Farid Rudiantoro, berencana mengajukan penangguhan hukuman. Dia menyakini ada celah yang bisa meringankan kliennya. Sebab, kliennya itu adalah tulang punggung keluarga dan belum pernah menjalani hukuman.

Pihaknya juga sangat menyayangkan pelaporan dan penahanan tersebut. Sebab, sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak. Meskipun hanya melalui lisan. Saat upaya perdamaian itu juga disaksikan oleh pihak BRI, pihak desa bahkan ada dari Bhabinkamtibmas.

Saat upaya perdamaian itu, antara pihak tersangka dan korban sudah bersalaman. Sebagai tanda  persoalan telah selsai.  Uang juga diserahkan kepada pihak korban. "Saat itu juga, pada tanggal (22/10) lalu," jelasnya.

Selama mengikuti rekonstruksi, menurut Farid, pelaku sempat dipukuli oleh keluarga korban. Saat berada di lokoasi pertama. "Tapi dia tidak melaporkan itu," kata dia.

(ks/sub/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia