Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Prihatin AKB dan AKI Tinggi

05 November 2019, 10: 55: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

Naila Fauziatin

Naila Fauziatin (DOK. PRIBADI)

Share this      

MENJADI mahasiswa pascasarjana menuntut Naila Fauziatin lebih banyak melakukan penelitian. Dengan begitu, gadis asal Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, ini akan lebih mudah menyusun tesis sebagai tugas akhirnya.

”Alhamdulillah, sudah dua kali bikin penelitian. Satu penelitian dua bulanan waktunya kira-kira,” tutur gadis kelahiran Grobogan, 6 Agustus 1993 itu.

Mahasiswa pascasarjana Jurusan Promosi Kesehatan, Undip, itu mengaku, mengadakan penelitian membuatnya mengerti lebih detail. Lebih-lebih saat kini Naila yang melangsungkan wisuda pada 29 Oktober ini, diminta membantu penelitian yang diketuai dosen.

Ya, belum lama ini, Naila membantu penelitian yang digelar atas kerja sama Undip dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Penelitiannya tentang cara menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu (AKB dan AKI). Dia merasa prihatin melihat data yang menyebut Grobogan merupakan daerah tertinggi AKB dan AKI.

”Ikut prihatin juga, tanah kelahiran soalnya. Stunting juga angkanya naik, tapi tidak tertinggi,” tuturnya.

Dia menjelaskan, proyek yang diketuai dosennya kali ini, cara menurunkan AKB dan AKI dengan metode pemberian wawasan kepada calon pengantin. Jadi, mereka yang akan menikah diberikan wawasan mengenai hal-hal yang memengaruhi AKB-AKI.

”Jadi fokusnya ke calon pengantinnya. Ini menawarkan model, bisa diterima bisa tidak,” terangnya.

(ks/ful/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia