Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Kepedulian Semen Gresik untuk Infrastruktur

Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Genjot Perekonomian Warga

05 November 2019, 10: 49: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

LANCAR: Warga Dukuh Tambakselo, Desa Ngampel, Kecamatan/Kabupaten Blora menikmati jalan cor yang diperbaiki PT Semen Gresik.

LANCAR: Warga Dukuh Tambakselo, Desa Ngampel, Kecamatan/Kabupaten Blora menikmati jalan cor yang diperbaiki PT Semen Gresik. (ALI MAHMUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

Sejumlah jalan di Kabupaten Rembang dan Blora lebih memadai dan layak dilewati. Seiring beroperasinya PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Selama dua tahun terakhir, perusahaan persemenan terkemuka ini, mengucurkan anggaran hingga Rp 8,81 miliar. Khusus untuk jalan yang ada di dua kabupaten itu. Upaya ini, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang gencar membangun jalan.

ALI MAHMUDI, Radar Kudus, Rembang

SUTIYONO lega. Kendaraan berbagai jenis, mulai dari truk, mobil, dan sepeda motor, kini lancar hilir mudik di kawasan permukimannya. Di Dukuh Tambakselo, Desa Ngampel, Kecamatan/Kabupaten Blora. Menurut kamituo Dukuh Tambakselo ini, kondisi itu seiring rampungnya proses pembangunan akses jalan sepanjang 850 meter bantuan PT Semen Gresik.

MULUS: Sebuah mobil melintas di Jalan Lingkar Tireman-Galonan, Rembang, yang proses perbaikannya dibantu dana CSR PT Semen Gresik.

MULUS: Sebuah mobil melintas di Jalan Lingkar Tireman-Galonan, Rembang, yang proses perbaikannya dibantu dana CSR PT Semen Gresik. (ALI MAHMUDI/RADAR KUDUS)

Akses jalan yang dibangun Semen Gresik dengan biaya Rp 589,9 juta pada Agustus 2019 ini, sangat menunjang berbagai aktivitas warga. Mulai dari sektor pendidikan, sosial kemasyarakatan, keagamaan, terlebih perekonomian. Berbagai hasil bumi warga di Dukuh Tambakselo, seperti cabai, padi, ketela, dan jagung bisa diangkut ke Blora dan sekitarnya setelah melewati jalur tersebut.

”Mayoritas warga kami petani, makanya sangat terbantu. Jarak dukuh ini dengan Balai Desa Ngampel sekitar 3 kilometer. Kalau kondisi jalan rusak sangat merepotkan aktivitas warga," ujar orang yang dituakan di Dukuh Tambakselo ini.

Sebelumnya, kondisi akses jalan di Dukuh Tambakselo rusak parah. Aspal jalan hasil kegiatan Progam Peningkatan Pembangunan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SE) yang dibiayai pemerintah pada 2003, sudah tak terlihat jejaknya. Justru yang terlihat hanya serakan bebatuan dan tanah di sepanjang jalan itu.

Menurut Sutiyono, usai progam P2SE, tak ada lagi kegiatan pembangunan atau perbaikan akses jalan di dukuhnya. Parahnya lagi, berdasar perhitungan, anggaran yang dibutuhkan memang cukup besar mencapai ratusan juta rupiah, sehingga tak mungkin didanai dengan ADD atau dana Desa Ngampel.

”Makanya saya atas nama warga Dukuh Tambakselo mengucapkan terima kasih atas kontribusi Semen Gresik," terangnya.

Akses jalan di Dukuh Tambakselo, Desa Ngampel, Blora, hanya salah satu contoh pembangunan akses jalan yang dibiayai Semen Gresik. Selama dua tahun terakhir, ada sembilan kegiatan serupa. Total anggaran yang dikucurkan Semen Gresik mencapai Rp 8,81 miliar.

Seperti Jalan Galonan-Tireman (jalan lingkar timur Rembang) sepanjang 2,2 kilometer menelan anggaran Rp 3,57 miliar; akses jalan sepanjang 2,25 kilometer dan lebar 3,5 meter mulai dari pos jaga 106 Perhutani hingga Pertigaan Desa Pasucen dengan anggaran Rp 2,75 miliar; Jalan di Dukuh Dukoh Desa Tegaldowo dengan biaya Rp 784,2 juta; jalan di Dukuh Jatimalang, Desa Kajar, Rp 220 juta; dan lainnya.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan, pembangunan jalan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang ingin terus berkontribusi positif untuk masyarakat dan daerah. Pembangunan infrastruktur itu akan menunjang berbagai aktivitas warga, sekaligus menggenjot perekonomian. Baik di Kabupaten Rembang, Blora, dan sekitarnya. ”Semen Gresik ingin tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Itu komitmen kami,” ujarnya.

Kehadiran PT Semen Gresik Pabrik Rembang ternyata juga ”menarik” anggaran pemerintah pusat untuk peningkatan kapasitas Jalan Raya Rembang-Blora. Hal ini tak berlebihan, karena industri semen memang tergolong sektor manufaktur strategis yang diperhitungkan pemerintah. Saat ini, kondisi jalur Rembang-Blora sepanjang 38 kilometer lebih lebar, mulus, dan nyaman dilewati.

Salah seorang warga Desa Mantingan, Kecamatan Bulu, Rembang, Badi mengatakan, kehadiran Semen Gresik membawa berbagai manfaat positif bagi warga sekitar pabrik persemenan terkemuka itu. Ia misalnya bisa membuka kos. Selain itu, warung makan miliknya yang berlokasi tak jauh dari pabrik Semen Gresik kian ramai.

Jalan Raya Rembang-Blora yang kian lebar dan mulus membuat pengguna jalan tiap hari hilir mudik melintasi warung makannya. Dari pagi hingga malam hari warungnya ramai pembeli dari karyawan Semen Gresik dan anak perusahaannya, sopir truk yang beraktivitas di Semen Gresik, hingga pengguna kendaraan lain.

”Dulu tiap sore atau maksimal magrib warung saya sudah tutup. Tapi, kini sampai malam masih buka. Warung makan maupun tempat ngopi lain juga sama ramainya,” tandasnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia