Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Tumbuhkan Motivasi Belajar Siswa SD melalui Hopschot Game

05 November 2019, 10: 31: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

Alifa Nur Rohmah, S.Pd.; Guru SD Negeri 3 Soditan

Alifa Nur Rohmah, S.Pd.; Guru SD Negeri 3 Soditan (dok pribadi)

Share this      

SETIAP orang memiliki cara menumbuhkan semangat belajar yang berbeda-beda. Semangat inilah yang disebut motivasi. Menurut KBBI, motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi merupakan keadaan internal organisme yang mendorong untuk berbuat sesuatu.

Motivasi belajar merupakan kekuatan (power motivation), daya pendorong (driving force) atau alat pembangun kesediaan, dan keinginan yang kuat dalam diri siswa untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam perubahan perilaku. Baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan belajar itu tercapai.

Sebagai guru di lingkungan sekolah dasar khususnya, tentu akan menghadapi siswa dengan kondisi yang majemuk. Baik dari segi potensi anak, kecerdasan, lingkungan, latar belakang keluarga, dan lain sebagainya.

Menurut Jean Piaget, usia siswa SD (7-12 tahun) berada pada tahap operasional konkret. Anak-anak pada usia ini memiliki karakteristik atau ciri khas yang unik dan menarik perhatian orang dewasa lain. Beberapa karakteristik yang dimiliki siswa SD, meliputi memiliki rasa ingin tahu yang besar; memiliki pribadi yang unik dalam minat, bakat, gaya belajar, dan lainnya; siswa SD cenderung berpikir konkret yaitu berpikir berdasar pada makna sebenarnya; egosentris, siswa SD cenderung memperhatikan serta memahami segala hal dari sudut pandangnya sendiri; dan aktif dan energik, anak usia SD memiliki kecenderungan banyak bergerak dan berpindah tempat.

Menyikapi karakteristik ini, guru harus menyusun strategi yang tepat untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa melalui perencanaan pembelajaran. Salah satu cara yang dilakukan, melalui penerapan media pembelajaran dengan mengintegrasikan permainan tradisional hopschot game (main jingkat). Hopschoth game adalah sebuah permainan tradisional anak yang hampir dikenal di seluruh dunia. Permainan tradisional ini, bisa dibilang sama persis dengan permainan tradisional tanah air yang bernama engklek atau sunda manda.

Dalam permainan ini, pemain menggunakan batu kecil, pecahan genting, atau pecahan pot bunga sebagai gaco untuk bermain secara berkelompok. Cara memainkan mudah dan unik. Pemain hanya perlu melompati bidang-bidang datar menggunakan satu kaki yang bagian ujungnya berbentuk payung yang telah digambar di atas tanah atau dicetak dalam bentuk banner.

Pemain akan melempar gaco dan melompat pada bidang-bidang. Ketika pemain sudah sampai di bidang datar paling ujung yang berbentuk payung, pemain akan mengambil kartu yang berisi soal. Selanjutnya, membalikkan badan sambil membacakan soal yang harus dijawab dengan benar oleh kelompoknya.

Jika kelompok menjawab dengan benar, mendapatkan satu poin dan permainan akan dilanjutkan anggota lain dalam satu kelompok. Tapi, jika jawaban salah, kelompok itu mendapatkan nilai nol. Permainan selanjutnya, berganti kelompok lain. Begitu seterusnya, sampai batas waktu yang telah ditentukan guru.

Melalui hopschots game ini, saat-saat belajar di sekolah akan lebih menyenangkan. Guru bisa menggunakan permainan ini dalam semua materi pelajaran. Hopschots game bisa digunakan sebagai alat bantu untuk mengingat dan menghafal sebuah konsep pelajaran yang dikemas dalam kartu soal yang ada di dalam permainan. Dengan demikian, materi yang diajarkan guru akan mudah dipahami dan diingat siswa. Siswa SD akan termotivasi melalui pembelajaran yang terintegrasi melalui permainan, karena secara tak sadar anak-anak akan belajar sambil bermain. Siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran, karena berharap bisa menjawab semua soal dalam permainan dan menjadi juara.

Di samping itu, media ini bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mengurangi tingkat kebosanan siswa belajar di dalam kelas. Guru akan mengarahkan siswa untuk belajar di luar kelas. Sehingga memungkinkan anak-anak bergerak dan berpindah tempat dengan leluasa. Hopshots game membuat siswa lebih aktif dalam bertanya dan mematuhi aturan permainan yang dikemas secara inovatif oleh guru.

Siswa lebih bertanggung jawab, saling membantu, dan bekerja sama dengan kelompoknya masing-masing agar menjadi juara. Penerapan strategi pembelajaran berbasis karakteristik siswa, diharapkan menjadi alternatif tumbuhnya motivasi belajar, sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia