Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Miftahul Nuril, Juara I LKS Otomotif Jateng

Akhir Pekan Nyambi Bengkel, Terpaksa Pinjam X-Pander Camat

05 November 2019, 09: 09: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

MENGHARUMKAN: Miftahul Nuril berkompetensi LKS otomotif di tingkat Jateng beberapa waktu lalu.

MENGHARUMKAN: Miftahul Nuril berkompetensi LKS otomotif di tingkat Jateng beberapa waktu lalu. (DOK RADAR KUDUS)

Share this      

Miftahul Nuril berhasil juara I Lomba Keterampilan Sekolah (LKS) otomotif tingkat Jawa Tengah belum lama ini. Juara itu didapatnya dengan kerja keras. Hampir setiap Sabtu dan Minggu dirinya bengkel. Itu dilakukan untuk memenuhi biaya sekolah.

WISNU AJI, Rembang, Radar Kudus

DITEMUI Miftahul Nuril sedang otak-atik motor di bengkel tetangganya. Aktivitas itu dilalukannya setiap akhir pekan. Sabtu dan Minggu. Dia tidak sedang belajar. Tapi bekerja bengkel. Gajiannya untuk bayar sekolah.

(DOK RADAR KUDUS)

Ayahnya tukang becak. Ibunya sebagai ibu rumah tangga. ”Urusan gaji nomor dua. Kadang sehari dapat Rp 25 ribu. Tapi paling penting mendapatkan ilmu,” jelasnya.

Aktvitas bengkel itu dilakukan hampir setahun terakhir. Dimulai pukul 12.00. Saat libur sekolah dia datang pagi. ”Saya masih belajar. Tersulit ya mencari keluhan konsumen. Disuruh mencari penyakit motornya,” ujarnya.

Belum lama ini dirinya mengikuti seleksi LKS. Saat ditawari tanpa pikir panjang dirinya siap. Dirinya kemudian ikut seleksi. Di Kota Garam ada 12 peserta yang ikut seleksi. Termasuk dirinya. Akhirnya dia lolos.

”Kali pertama latihan biasa. Lalu dilakukan penilaian. Jadi ini lebih seluk beluk roda empat sesuai jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang saya ambil. Hampir tiga bulan saya ikuti persiapan LKS di tingkat provinsi,” kenangnya.

Dia kemudian melanjutkan lomba LKS TKR di Gor Satria, Purwokerto pada 25-28 Oktober. Dirinya menghadapi peserta. Dari seluruh perwakilan kabupaten/kota seluruh provinsi Jateng.

Ketika lomba dia dan peserta lainnya disuruh memperbaiki kendaraan. Ada lima kategori lomba. Pertama bidang electrical body. ”Arahnya lebih memperbaiki kelistrikan kendaraan merk X-Pander,” jelasnya.

Untuk belajar, dia pinjam mobil Camat Sedan Dwi Martopo. Wajar di sekolahnya belum tersedia kendaraan anyar tersebut.

Materi berikutnya tune up (service mesin) menggunakan kendaraan All-New Terios.  Lalu bidang brake menggunakan Suzuki Ertiga. Lalu overhaul engine (mengukur komponen mesin) menggunakan Agya. Terakhir otomatis transmisi.

”Setiap job waktunya 1,5 jam. Sampai akhirnya dari lima job yang dilombakan, saya mendapatkan nilai tertinggi,” bangganya.

Atas capaian ini Nuril diganjar juara I provinsi. Dirinya juga berhak mendapatkan uang pembinaan dan tropy. Ini tidak sekadar membawa nama harum sekolah dan daerah. Tetapi juga membawa kebanggaan orang tuanya. Setidaknya ini akan mengangkat derajat orang tua.

Perjuangan Nuril tidak berhenti di sini. Otomatis dirinya juga berhak mewakili hingga tingkat nasional. Rencananya digelar Maret 2020. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi Nuril untuk tampil maksimal.

”Kuncinya senang mas. Jadi saat latihan tidak ada bosannya. Meskipun antara bingung dan senang. Sebab nasional pastinya kendaraan yang akan dihadapi lebih baru. Jadi butuh terus penyesuainnya,” yakinya.

Terakhir, selepas lomba yang akan dihadapi targetnya dia lulus. Lalu mendapatkan nilai bagus dan syukur-syukur dapat kerja enak dan langgeng. Tidak kontrak. Tentunya kalau semua tercapai dapat mengangkat derajat orang tuanya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia