Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Ekskul Menggali Prestasi Diri

05 November 2019, 08: 40: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

Titik Sofi Handayani, S.P.; Guru SMP 5 Kudus

Titik Sofi Handayani, S.P.; Guru SMP 5 Kudus (dok pribadi)

Share this      

MERAIH cita-cita suatu prestasi bagi diri sendiri. Dengan berprestasi tentunya orang tua dan kerabat akan bahagia. Namun untuk meraih cita-cita yang kita inginkan tentulah tidak mudah. Perlu adanya usaha dan perjuangan gigih. Usaha dan perjuangan harus kita lakukan untuk meraih prestasi diri.

Dalam masyarkat, kita mengenal ada orang pintar, sang juara, orang kaya, para pemimpin merekalah orang yang dapat mengenali, menggali dan mengembangkan potensi. Mereka dapat berprestasi karena mampu mengenali, menggali, mengolah, dan mewujudkan potensi. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. Jadi potensi diri adalah kemampuan yang dimiliki setiap individu yang memungkinkan untuk dikembangkan.

Potensi diri tidak tampak dan terpendam dalam diri setiap orang. Potensi inilah yang harus kita gali dan kenali yang nantinya bisa dikembangkan menjadi kesuksesan dan keberhasilan individu. Namun demikian belum tentu orang memiliki potensi di bidang tersebut akan berprestasi di bidang itu karena untuk berprestasi selain potensi yang dimiliki juga ada faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi tersebut adalah berasal dari dalam dan luar diri kita. Dari dalam diri yaitu, kualitas diri, sikap, berpikir, dan perilaku. Sedangkan yang berasal dari luar adalah dukungan masyarakat, sarana prasarana, nasib dan keberuntungan.

Sebagai seorang pelajar tentunya berusaha berprestasi demi masa depan untuk meraih cita-cita. Tentu sangat membanggakan jika kita dapat berprestasi seperti orang-orang berprestasi.  Seperti Taufik Hidayat, Susi Susanti, Sandy Sundoro, Tantowi, Liliyana.

 Bagi seorang pelajar prestasi dapat diraih di sekolah. Di sekolah ada kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler dan ekstrakurikuler (ekskul). Intrakurikuler adalah kegiatan proses belajar mengajar di kelas yang merupakan kegiatan utama sekolah. Sedangkan ko-kurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran intrakurikuler yang bertujuan untuk menunjang kegiatan intrakurikuler agar siswa lebih menghayati pelajaran yang diberikan. Kegiatan ekstrakurikuler atau ekskul adalah kegiatan tambahan yang dilakukan di luar jam pelajaran baik di sekolah maupun luar sekolah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan (2008: 4), kegiatan ekstrakurikuler salah satu jalur pembinaan kesiswaan. Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah, bertujuan agar siswa dapat memperkaya dan memperluas diri. Memperluas diri ini dapat dilakukan dengan memperluas wawasan pengetahuan dan mendorong pembinaan sikap dan nilai-nilai.

Menurut Lutan (1986:72), ekstrakurikuler bagian internal dari proses belajar yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan anak didik. Antara kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sesungguhnya tidak dapat dipisahkan.

            Peserta didik dapat memilih kegiatan ekstrakurikuler yang diminati antar lain, kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan, Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera   (Paskibra), Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), olah raga, seni dan budaya, cinta alam, teater, keagamaan dan lainnya. Di dalam ekstrakurikuler siswa dapat mengembangkan potensi secara optimal yang meliputi bakat minat dan kreativitas. Di samping itu siswa juga dapat mengaktualisasi potensi dalam mencapai potensi unggulan sesuai bakat dan minatnya.

   Dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat memacu keaktifan siswa di kelas. Dengan aktif ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler diharapkan siswa lebih mandiri, tanggung jawab, disiplin, dapat bekerjasama dan aktif bertindak dalam hal pelajaran serta berani mengemukakan pendapat.

            Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memberikan

pengaruh positif terhadap siswa. Adanya hubungan antara kegiatan ekstrakurikuler dengan prestasi belajar siswa. Artinya siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler maka prestasi belajarnya akan meningkat karena siswa termotivasi untuk belajar lebih giat. Ekstrakurikuler juga memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan minat dan bakat sehingga siswa diharapkan akan lebih aktif dalam kegiatan belajar di sekolah yang pada akhirnya memberikan peluang siswa dalam berprestasi baik di kelas maupun di luar kelas. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia