Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Ikuti Fashion Show Batik Tulis Lasem, Aksi Kepala OPD Pukau Penonton

04 November 2019, 15: 14: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMUKAU: Penampilan peserta fashion show dan carnival batik Lasem berhasil memukau penonton dalam event lomba Batik Tulis Metamorfosa 2019 kemarin.

MEMUKAU: Penampilan peserta fashion show dan carnival batik Lasem berhasil memukau penonton dalam event lomba Batik Tulis Metamorfosa 2019 kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Kegiatan Metamorfosa 2019 bertemakan Rembang In Fashion, Batik Tulis Lasem Melukis Pelangi Nusantara berlangsung semarak kemarin. Ratusan pelajar dan umum ambil bagian dalam carnival dan fashion show di acara itu. Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Rembang ikut tampil.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinindagkop UKM) Rembang Akhsanudin melalui Kabid Perindustrian Susi Candrayani menyampaikan konsep acara tahun ini beda. Arahnya metamorfosa tahun ini dari sehelai kain batik menjadi karya fashion. Fashion itu mengikuti tren.

”Inilah (tren fashion terbaru batik Lasem, Red) yang coba kami gagas. Kami ingin menampilkan batik yang tak sekadar kain. Tetapi batik jadi karya fashion yang dapat ikuti zaman,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus (3/11).

(WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Suci menyampaikan, terkait peserta yang ikuti Metamorfosa 2019 sebanyak 103 peserta. Bidang desain sembilan peserta. Fashion show dasar (TK dan SD) 39 peserta. Kemudian fashion show menengah 27 peserta, fashion umum 15 peserta. Lalu carnival umum 13 peserta. Kategori umum beberapa perajin batik ikut juga jadi peserta. ”Pesertanya untuk fashion show umum kami batasi,” terangnya.

Dalam lomba fashion tersebut ada penampilan spesial. Berupa Batik Show. Kepala OPD tampil di acara ini. Bagi lima besar terpilih mendapatkan penghargaan.

Selain fashion dan carnival, tahun ini juga digelar lomba desain. Bentuknya sudah dapat bentuk kain yang bermotif atau pola. Lalu peserta diminta mengumpulkan sketsa. ”Untuk menyemarakkan, kami gelar pasar batik. Pasar batik ini dipersilakan kreasi peserta lomba dari masing-masing perajin,” jelasnya.

Perajin diperkenankan display produknya. Lalu menjual di event metamorfosa. Produknya bebas. Bentuknya asal berbahan batik tulis Lasem. Bisa dalam bentuk kain, baju, sepatu, tas, cincin, ataupun bros.

Lalu juga ada booth kuliner. Itu semua digelar untuk menyemarakkan acara. Yang pasti targetnya batik tulis Lasem terus melegenda. Tidak hanya regional dan nasional. Targetnya warisan budaya tersebut terus go international.

Kemudian bagi peserta tentu tidak berhenti di event. Ke depan harapanya suatu saat hasil desain para pemenang dapat dipakai seragam atau lainnya. Makanya  akan dilaporkan lewat nota dinas yang ditunjukan bupati Rembang.

”Karena hasil produk peserta cukup bagus. Bahkan setingkat SMA karya yang dihasilkan tidak kalah. Begitu luar biasa desain-desain di Rembang bermunculan. Hal itu diyakini akan membuat batik tulis Lasem makin diminati,” yakinnya.

Partisipasi masyarakat, lanjutnya, di acara itu luar biasa. Hal itu menandakan mereka antusias dalam mendukung dan melestarikan batik tulis Lasem. Diharapkan daya saing batik Lasem ke depan meningkat. Produknya moncer.

(ks/zen/noe/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia