Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Teller Bank Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Pembobolan Rekening

04 November 2019, 12: 19: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

CAIRKAN TABUNGAN: Nurkholis, pelaku pembobolan rekening milik Indrati menjalani rekonstruksi saat mencairkan dana dari rekening korban di BRI Unit Kedungtuban.

CAIRKAN TABUNGAN: Nurkholis, pelaku pembobolan rekening milik Indrati menjalani rekonstruksi saat mencairkan dana dari rekening korban di BRI Unit Kedungtuban. (FARID RUDIANTORO FOR RADAR KUDUS)

Share this      

CEPU, Radar Kudus Polsek Kedungtuban hari ini (4/11) memeriksa teller BRI Unit Kedungtuban. Teller itu yang melayani pelaku Nurkholis saat mencairkan dana. Padahal, pelaku menggunakan buku tabungan curian milik Indrati. Teller itu berpotensi jadi tersangka. Namun, masih menunggu pemeriksaan dari kepolisian.

Kapolsek Kedungtuban Iptu Suharto mengungkapkan, sebelumnya pihaknya memang sudah memanggil teller tersebut. Namun belum diperiksa. ”Kemarin sudah pernah dipanggil. Tapi belum dilakukan pemeriksaan. Perlu jeda waktu. Rencana Senin (4/11) diperiksa,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, terkait kemungkinan teller ikut diseret jadi tersangka, pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan terlebh dahulu. ”Itu nanti setelah hasil pemeriksaan. Contohnya, kok bisa, bukan pemilik buku tabungan bisa ambil atau mencairkan uang di bank. Kalau belum diperiksa kita belum tau,” tegasnya.

Untuk saat ini, tersangka sudah di Polres. “Kita prefentifkan di Polres. Sehingga lebih terjamin keamanannya,” tambhanya.

Iptu Suharto menegaskan, jika ada upaya damai dipersilakan. Namun harus ada dokumen tertulis. Selama tidak ada hitam di atas putih itu belum bisa dijadikan dasar. ”Selain itu perbuatan sudah dilakukan. Pidana itu karena perbuatannya. Unsur mencuri sudah masuk,” imbuhnya.

Menurutnya, ini memang kasus ringan. Namun yang menarik adalah, ada orang mengambil uang di tabungan bukan milik yang bersangkutan. Orang itu juga tak mengantongi surat kausa dari pemilik tabunan.  ”Harapannya, atas kasus ini bisa menjadi acuan bagi bank agar sesuai SOP dan tidak terjadi penyimpangan,” tegasnya.

Diketahui bersama, pihak kepolisian juga sudah melakukan rekonstruksi pencurian buku tabungan yang berujung pada pembobolan rekening itu. Ada 37 adegan diperagakan. Tersebar di tiga tempat. Yakni, di warung milik korban Indrati. Itu lokasi pencurian buku tabungan.

Kemudian di kantor BRI Unit Kedungtuban. Tempat pencairan dana Rp 4 juta milik korban. Yang terakhir di Desa Wadung, Kecamatan Kedungtuban. Tempat pelaku membakar buku tabungan korban. Hingga kini, tersangka sudah diamankan di Polres Blora.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia