Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Kepedulian Semen Gresik untuk Infrastruktur

Bikin Jalan di Hutan Mulus, Ekonomi Warga Dua Kabupaten Lancar

04 November 2019, 09: 49: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

SESUDAH: Pengendara sepeda motor melintas di badan jalan yang sudah diperbaiki dengan anggaran CSR PT Semen Gresik. PT Semen Gresik mengucurkan anggaran Rp 2,75 miliar agar akses jalan mulus.

SESUDAH: Pengendara sepeda motor melintas di badan jalan yang sudah diperbaiki dengan anggaran CSR PT Semen Gresik. PT Semen Gresik mengucurkan anggaran Rp 2,75 miliar agar akses jalan mulus. (ALI MAHMUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

PT Semen Gresik Pabrik Rembang mengucurkan anggaran Rp 2,75 miliar untuk pembangunan akses jalan penghubung warga desa sekitar perusahaan. Upaya untuk menunjang aktivitas perekonomian, pendidikan, hingga sosial budaya warga. Khususnya di kawasan perbatasan Kabupaten Rembang dan Blora. Upaya ini diacungi jempol warga dan mendapat apresiasi dari Bupati Rembang H Abdul Hafidz.

ALI MAHMUDI, Rembang, Radar Kudus

SINTA Lestari,17, warga Desa Timbrangan, Gunem, kini tak lagi risau ketika laju sepeda motornya mencapai kecepatan hingga 50 Km per jam saat melintasi akses jalan di kawasan hutan Perhutani KPH Mantingan, turut wilayah Desa Pasucen, Gunem, rembang. Pasalnya, akses jalan penghubung sejumlah desa di Kecamatan Gunem dengan jalan raya Rembang – Blora itu kini sudah mulus setelah dibangun dan diperbaiki PT Semen Gresik. Badan jalan sepanjang 2,25 kilometer mulai dari pos jaga 106 Perhutani hingga Pertigaan Desa Pasucen itu ada yang sebagian berupa cor beton, sebagian lagi aspal hotmix.

SEBELUM: Sejumlah pengguna kendaraan melintas di badan jalan antara pos jaga 106 Perhutani hingga Pertigaan Desa Pasucen, sebelum diperbaiki.

SEBELUM: Sejumlah pengguna kendaraan melintas di badan jalan antara pos jaga 106 Perhutani hingga Pertigaan Desa Pasucen, sebelum diperbaiki. (ALI MAHMUDI/RADAR KUDUS)

Praktis, karena sudah mulus, pelajar kelas XII SMK N Blora ini tak lagi melihat lubang jalan yang sebelumnya tersebar merata di sepanjang jalan yang kanan kirinya mayoritas berupa hamparan pohon jati itu. Bebatuan yang terserak tak beraturan hampir di sepanjang jalan dan berpotensi membahayakan pengendara juga hilang. Debu yang biasanya mengganggu pandangan mata, terlebih saat musim kemarau juga lenyap. Dan bisa dipastikan, saat musim penghujan juga tak ada lagi kubangan air yang menutupi lubang jalan tersebut.

Kejadian sopir truk atau mobil pribadi yang terperosok. Pengendara sepeda motor yang terjungkal. Velg ban yang “mletot” atau baut serta perlengkapan motor yang copot karena melibas jalan yang kondisinya rusak parah lebih dari 10 tahun tersebut juga tinggal cerita saja.

“Kalau sekarang lancar. Dulu kondisinya seperti jalan di dasar sungai dengan batu berjejeran tak beraturan,” kata Sinta Lestari.

Sinta Lestari bukan satu-satunya warga Kecamatan Gunem, Rembang, yang menimba ilmu di Kabupaten Blora. Namun ada juga sejumlah pelajar lain, meski beda desa. Tapi tak semuanya “berani” seperti Sinta Lestari yang tiap hari melintasi akses jalan yang berada di kawasan hutan perhutani itu. Ada beberapa pelajar yang lebih memilih indekos di Blora dengan alasan jarak tempuh yang jauh serta kondisi jalan rusak parah.

Namun kini kondisinya berbeda. Akses jalan yang berubah jadi mulus dan nyaman itu dibiayai PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Perusahaan persemenan terkemuka ini mengucurkan anggaran hingga Rp 2,75 miliar untuk membangun badan jalan itu.

Lebar jalan 3,5 meter dengan bahu jalan 0,5 kanan kiri juga lebih leluasa digunakan bahkan untuk simpangan dua kendaraan roda empat sekaligus. Peresmian pembangunan akses jalan ini digelar akhir pekan lalu oleh Bupati Rembang H Abdul Hafidz, Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana serta berbagai pihak terkait lainnya.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan akses jalan penghubung antardesa sekitar perusahaan dengan jalur Rembang – Blora ini memang vital. Tiap hari akses jalan itu dilewati ratusan pengguna kendaraan mulai dari truk, mobil, sepeda motor hingga sepeda angin. Pengguna jalan beragam mulai dari pedagang, aparat pemerintah, pekerja swasta, pelaku usaha, mahasiswa hingga pelajar.

Infrastruktur jalan ini sangat menunjang aktivitas pendidikan, perekonomian hingga sosial budaya warga Blora dan Rembang. Hasil pertanian ladang hingga hewan ternak seperti kelapa, pisang, ketela, jagung, padi hingga ayam, kambing dan sapibahkan kayu tebangan milik warga Desa Tegaldowo, Timbrangan, Kajar, Pasucen dan desa lain di Kecamatan Gunem diangkut ke Kabupaten Blora, Rembang dan kota lainnya melalui akses jalan itu. Begitu juga sebaliknya. Aneka pakaian, elektronik, furniture hingga kebutuhan harian lainnya yang para pedagang dari Blora juga melewati akses jalan itu. Aktivitas ini yang membuat gairah perekonomian sejumlah pasar tradisional di kawasan Pegunungan Kendeng ini terus menggeliat.

Akses jalan itu juga dilewati para pelaku seni budaya seperti Barongan atau Wayang Klithik khas Blora.Praktis, setelah akses jalan itu dibangun oleh Semen Gresik, maka mereka tak lagi kesulitan membawa berbagai peralatan saat diminta “manggung” di acara khitanan atau pernikahan warga Tegaldowo dan sekitarnya.

“Jika kondisi jalan tersebut kian rusak parah atau bahkan tak bisa dilewati maka akan berdampak pada geliat perekonomian, pendidikan hingga sosial budaya warga dua kabupaten. Ongkos yang harus dikeluarkan warga juga bisa membengkak. Sebab mereka harus memutar ke Perempatan Sulang yang jaraknya bisa mencapai belasan kilometer,” ujar Gatot Mardiana.

Kontribusi Semen Gresik tak hanya membangun infrastruktur jalan saja. Namun juga sekaligus memberdayakan puluhan warga dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pasucen dan Kadiwono yang wilayahnya dilintasi badan jalan itu. Dua BUMDes tersebut merupakan mitra binaan Semen Gresik. Mereka diajak terlibat dalam proses pembangunan akses jalan tersebut.

“Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang ingin tumbuh dan berkembang bersama masyarakat dan sekaligus berkontribusi positif untuk daerah,” jelas Gatot Mardiana.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengatakan upaya yang dilakukan Semen Gresik sangat membantu pemerintah daerah. Sebab saat anggaran APBD Rembang digunakan untuk pembangunan di bidang lain, Semen Gresik mau mengucurkan dana CSR untuk pembangunan infrastruktur jalan yang memang menunjang berbagai aktivitas masyarakat. Infrastruktur jalan yang bagus akan menunjang pertumbuhan ekonomi dan beragam sektor lain di Kabupaten Rembang dan sekitarnya.

“Kita mengapresiasi upaya Semen Gresik karena pembangunan infrastruktur ini termasuk prioritas kebijakan pemerintah yang memang berdampak positif bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat,” tandasnya. (*/bersambung)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia