Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Dari Passion Jadi Pekerjaan

02 November 2019, 13: 27: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

Hesti Kartikasari

Hesti Kartikasari (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

KEDOKTERAN menjadi jurusan impian Hesti Kartikasari sejak kecil. Dia termotivasi kakaknya telah lebih dulu menjadi dokter. Kini, ia menjadi dokter di salah satu klinik kecantikan di tanah kelahirannya, Kabupaten Grobogan.

Bidang kecantikan memang menjadi passion-nya. Seiring dan sejalan, hal itu mulai dimanfaatkan Hesti untuk terus mengasah bakatnya. Baginya, peran keluarga dalam kesuksesannya cukup besar. Perempuan kelahiran Grobogan, 11 November 1991 ini telah melalui karir dokternya sejak 2009 silam. Ia merupakan alumni kedokteran Unissula.

Ia mulai mendapatkan banyak pengalaman di dunia kedokteran. Di situlah mulai banyak pengalaman merawat pasien. Dari ia yang harus enjoy dan berusaha pendekatan menjadi teman pasien. Ia juga berusaha mengajak bicara pasien terus menerus sampai mereka benar-benar percaya kepadanya.

”Kaget dan kesusahan sih tidak. Soalnya kita sudah mengerti secara teori mengenai pasien tersebut. Kendalanya mungkin waktu pasien sedang kambuh-kambuhnya. Waktu datang ke UGD pasien sangat aktif sekali. Jadi, memang harus ekstra dan hati-hati,” kenangnya saat masih menjadi dokter umum.

Usai lulus program internsip, tak lama Hesti langsung masuk ke klinik estetika. Dia menjadi dokter konsultan medis (dokter umum) di Natasha Skin Clinic Center pada 2017 lalu. Baginya, memilih di klinik kecantikan waktu itu, karena memang tertarik dengan bidang ini. Tak disangka, anak perusahaan dari perusahaan ia bekerja, membuka klinik di tanah kelahirannya.

 ”Jadi saya tak pikir lama dan langsung apply. Alhamdulillah langsung masuk. Kemudian saya di-training khusus kecantikan selama sekitar dua bulan. Pelatihan itu di training center Jogjakarta,” jelasnya.

Dokter kecantikan memang menjadi salah satu impiannya. Ia mengaku tak memilih dokter umum, karena waktunya akan dihabiskan untuk berjaga di RS. Sebab ada piket jaga, bisa saja siang dan malam untuk jaga bangsal dan ICU.

(ks/int/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia