alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Menumbuhkan Karakter melalui Seni Budaya

02 November 2019, 13: 13: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Yuli Mujiningsri, S.Pd.; Guru SMP Negeri 1 Sulang

Yuli Mujiningsri, S.Pd.; Guru SMP Negeri 1 Sulang (dok pribadi)

Share this      

PENDIDIKAN adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan juga merupakan suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi muda demi kelangsungan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki sebuah bangsa. Dalam proses pendidikan karakter bangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan kehidupan bermasyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan berbangsa yang bermartabat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ”karakter” diartikan dengan tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain (watak). Dengan kata lain, karakter mengacu kepada serangkaian pengetahuan (kognitif), sikap (attitudes), serta perilaku (behaviors) dan keterampilan (skill).

Karakter identik dengan kepribadian atau akhlak. Kepribadian merupakan ciri, karakteristik, atau sifat khas diri seseorang yang bersumber dari bentukan yang diterima lingkungan. Baik buruknya karakter manusia sudah menjadi bawaan sejak lahir. Jika bawaannya baik, manusia akan berkarakter baik. Di sisi lain, karakter seseorang bisa dibangun atau diupayakan. Sehingga pendidikan karakter lebih bermakna untuk membawa manusia memiliki karakter yang lebih baik.

Dari pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa karakter identik dengan akhlak. Sehingga karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia. Baik dalam rangka berhubungan dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dengan sesama manusia, maupun dengan lingkunganya yang terwujud dalam pikiran, sikap, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata karma, budaya, serta adat-istiadat.

Dalam materi mata pelajaran pendidikan seni budaya di sekolah, aktivitas yang dialami peserta didik termuat dalam aktivitas berekspresi, kreasi, dan apresiasi. Diharapkan memiliki peran dan manfaat sebagai salah satu media penunjang, untuk menumbuhkan karakter bagi peserta didik di masa yang akan datang.

Pembelajaran seni budaya yang dirancang berbasis aktivitas, dalam sejumlah ranah seni budaya, yaitu seni rupa, seni musik, seni tari dan seni teater yang diangkat dari kekayaan seni dan budaya sebagai warisan budaya bangsa, serta merupakan media bagi peserta didik untuk berekspresi secara positif. Baik seni rupa, seni musik, seni tari, maupun seni terater memberikan ruang bermain dan belajar, dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mengeksplorasi potensi, bakat dan minat sebagai sebuah pengalaman belajar yang asyik dan menyenangkan di sekolah.

Pada proses kreasi dan ekspresi melalui ranah seni tertentu inilah yang mampu untuk memunculkan karakter bagi peserta didik. Antara lain: menumbuhkan rasa syukur kepada Tuhan, melatih kepekan estetis (cita rasa keindahan), kemandirian dalam berkarya seni, kejujuran dalam berekspresi, tanggung jawab dan percaya diri, serta bangga untuk menampilkan karyanya serta bangga terhadap keragaman budaya bangsa sendiri. Dalam ranah seni rupa, berkarya lukis, batik, patung, ukir grafis, keramik ataupun cabang seni rupa yang lain, peserta didik dapat berekspresi mengembangkan kreativitasnya melalui unsur-unsur visual. Sehingga, menghasilkan karya dengan cita rasa keindahannya dengan penuh tanggung jawab, kesabaran, dan rasa bangga.

Berekspresi seni drama dan pantomim. Kedua jenis media seni itu, pada dasarnya bersifat improvisasi dengan tujuan pencarian pengetahuan yang meliputi setiap aspek dalam kepribadian anak, baik itu moral, spiritual, moral, emosional, intelektual, dan fisik.

Dalam pembuatan drama peserta didik memasuki sebuah konteks imajinasi (dunia drama) melalui penampilan fisik tentang karakter pada lingkup tertentu. Di dalam bermain drama,  peserta didik mendapat kesempatan untuk tampil di panggung dan mengekspresikan dirinya melalui peran yang dimainkan dengan penuh tanggung jawab dan percaya diri, serta mampu berkoordinasi, serta menghargai dalam bekerja sama demi kesuksesan pertunjukan dramanya. Dengan gerakan estetis dan bermakna, disertai dengan iringan musik dapat membangun kepekaan estetis dan sosial.

Dengan kebhinekaan suku bangsa dan banyaknya budaya, Indonesia memiliki musik dan tari daerah yang beragam. Selain sebagai ilustrasi dan pengiring, musik juga menjadi pendukung utama untuk melengkapi dan menyempurnakan keberagaman bentuk kesenian dari berbagai macam budaya. Berekspresi seni tari dan seni musik daerah peserta didik mengenal keragaman seni tari dan musik daerah, sehingga cinta dan bangga pada kekayaan bangsa sendiri. Melalui pendidikan seni budaya di sekolah dapat menumbuhkan karakter sesuai dengan perkembangan zaman dengan tetap melestarikan warisan budaya bangsa. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP