Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Ancam Sebar Foto Vulgar, Riko Setubuhi Siswi SMP hingga Enam Kali

02 November 2019, 12: 07: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

Ancam Sebar Foto Vulgar, Riko Setubuhi Siswi SMP hingga Enam Kali

MARGOREJO, Radar Kudus – Nasib tragis dialami A, 13, warga Kecamatan Margorejo. Gadis A tersebut dipaksa bersetubuh Riko Aditya, 22, warga kecamatan setempat. Polres Pati kini masih memprosesnya. Sementara itu tersangka telah kabur dari rumahnya.

Ibu korban YN, mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Juni lalu pascalebaran. Kejadian itu bermula saat menstruasi korban tidak lancar dan mengalami flek hitam, kepala pusing, dan muntah-muntah. Hingga akhirnya korban berperilaku tidak seperti biasa. Korban sangat manja kepada ibunya.

“Kok tumben anak saya agak manja. Saya pikir karena sakit. Namun saat saya dekati terus akhirnya berani bercerita. Anak saya telah disetubuhi tersangka sebanyak enam kali,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Koban mengaku, berteman dengan tersangka di facebook dan tersangka meminta nomor teleponnya. Korban saat itu menggunakan telepon kakeknya. Setelah chatingan, pelaku meminta foto payudara korban. Karena dipaksa, korban menurutinya. Korban akhirnya mengirim foto tersebut kepada tersangka.

“Nah foto itu yang dijadikan tersangka sebagai alat untuk melancarkan aksi bejadnya. Awalnya tersangka meminta bertemu anak saya. Namun anak saya tidak mau. Karena akan diancam akan menyebar foto tersebut, akhirnya anak saya menurutinya. Waktu itu saya pergi ke Jakarta,” jelasnya.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi saat keluarganya sudah tidur dan keluar dari pintu belakang rumah. Kejadian pertama di belakang rumah korban di sebuah warung makan di belakang rumah korban pada pukul 21.30. Hal itu dilakukan tersangka kepada korban sebanyak enam kali dilakukan di warung dan di kamar tersangka. Korban terpaksa menurutinya takut karena diancam fotonya disebar.

“Setelah anak saya berani mengaku lalu saya periksakan di puskesmas dan hasilnya sebagai barang bukti. Saya melaporkan sudah enam bulan ini dan laporan tertulis dari polres baru September. Saya berharap segera ditangkap tersangkanya dan dihukum seberat-beratnya. Karena sudah menghancurkan masa depan anak saya. Apalagi masih kelas VII,” katanya.

Sementara itu Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kasatreskrim AKP Sudarno menuturkan, masih menyelidiki kasus tersebut. Saat ini tahapannya baru proses pemanggilan terhadap tersangka. Akan dipanggil tiga kali. Jika tidak hadir akan dilakukan dengan upaya paksa.

“Beberapa barang bukti sudah diamankan seperti pakaian, celana, dan handphone. Perkara persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud Pasal n76D jo 81 Ayat 1 UU 17/2016 tentang perubahan kedua atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak,” katanya. 

(ks/him/put/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia