Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Mantan Sekretaris Dinakikan Ditahan dalam Kasus Korupsi Upsus Siwab

02 November 2019, 08: 13: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

LEMAS: Drs Karsimin, MM digelandang tim petugas pegawal tahanan Kejati Jateng untuk dibawa ke Lapas Semarang.

LEMAS: Drs Karsimin, MM digelandang tim petugas pegawal tahanan Kejati Jateng untuk dibawa ke Lapas Semarang. (RADAR SEMARANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SEMARANG, Radar Kudus - Ketua Pokja juga mantan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora Karsimin ditahan tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane, Semarang, Kamis (31/10) kemarin. Sebelumnya Kejati menahan mantan kepala Dinakikan Blora Wahyu Agustini ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Bulu Semarang.

Penahanan tersangka tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi program pemerintah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) pada Dinakikan Blora tahun anggaran 2017-2018. “Hari ini (Kamis kemarin, Red) kami lakukan penahanan terhadap tersangka berinisial K (Kasimin). Penahanannya sebagaimana nomor surat:1725 /M.3.5/ Fd.1/10/2019,” kata Kepala Kejati Jateng Yunan Harjaka melalui Asisten Tipidsus Kejati Jateng Ketut Semedana.

Karsimin ditetapkan tersangka berdasarkan sprindik nomor:Print 1584 / M.3/Fd.1/10/2019 pada 14 Oktober 2019. Ketut menyebut peran kedua tersangka tersebut saling bersinergi. Dalam kasus itu, ia menjerat tersangka dengan pasal 2 dan pasal 3 atau pasal 5 pasal 11 dan pasal 12 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Hasil korupsi dari hasil pemeriksaan untuk jalan-jalan, dinikmati secara pribadi, beli sovenir dan ada juga yang dibagi-bagi, sehingga diluar kepentingan operasional pengadaan.

“Ancaman hukuman 20 tahun. Total kerugian negara hasil pemeriksaan masih Rp 670 juta dari anggaran Rp 2 miliar. Jadi peran mereka mengumpulkan seperti satker. Melalui UPT. Di sanalah pengumpulan itu dilakukan. Dana program ini dari kementerian,” jelasnya.

Pihaknya memastikan akan mendalami kasus itu, apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat atau memang hanya kedua tersangka. Termasuk pejabat-pejabat di atasnya kalau ada yang terlibat. Adapun penahanannya dikatakannya, selama 20 hari mendatang, terhitung mulai 31 Oktober hingga 13 November 2019. (jks)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia