Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Petugas KAI Sosialiasi ke Warga di Sekitar Jalur Perlintasan KA

31 Oktober 2019, 15: 52: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

MENGECEK: Petugas Daop 4 Semarang melakukan sosialisasi ke warga sekaligus pengecekan jalur menggunakan lori di sepanjang jalur Stasiun Gambringan-Gundih kemarin.

MENGECEK: Petugas Daop 4 Semarang melakukan sosialisasi ke warga sekaligus pengecekan jalur menggunakan lori di sepanjang jalur Stasiun Gambringan-Gundih kemarin. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus - Selain persiapan jalur, petugas PT KAI (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang dan Dishub Grobogan selama satu bulan akan sosialisasikan pengoperasian jalur ke masyarakat di sekitar lintasan kereta api Gambringan-Gundih.

”Jalur utara ke selatan ini sudah belasan tahun ditutup. Tentu masyarakat harus tahu kalau jalur ini akan aktif kembali setiap hari. Mereka harus berhati-hati melintas di sini. Terlebih, setelah menyisir sepanjang Stasiun Gambringan-Gundih ada 18 titik perlintasan sebidang tanpa penjagaan,” tambah Kabid Perlintasan dan Angkutan Dishub Grobogan Agus Sumarsana.

Selain memasang spanduk, petugas akan turun langsung ke desa-desa. Mencari solusi agar perlintasan sebidang di tutup atau adanya penjagaan ‘pak ogah’. Namun, menurut Agus Sumarsana, berbagai kendala dialami. Utamanya permasalahan lokasi perlintasan di tengah hutan.

”Susah, jika di tutup maka warga harus memutar. Tapi kalau dibiarkan seperti itu akan membahayakan keselamatan mereka (warga, Red),” ungkapnya.

Untuk itu, petugas akan melakukan sosialisasi dan pembahasan dengan warga setempat. Kemungkinan akan dilakukan sistem pengelolaan atau penjagaan di perlintasan sebidang itu. Sehingga disesuaikan menurut kebutuhan desa. Jika dirasa desa masih membutuhkan jalan tersebut, maka desa wajib mengelola melalui palang pintu. Jika tak bersedia maka akan ditutup.

”Memang tidak harus ditutup semua, tapi harus disesuaikan dengan kebutuhan desa. Namun desa harus mengusulkan pengadaan penjagaan petugas (pak ogah) di perlintasan sebidang tersebut atau membuat palang pintu yang bersumber dari dana APBDes. Sebab pernyataan tersebut ada di juklat dan juknis APBDes,” jelasnya.

Sosialisasi awal ini menggunakan lori dresin. Juga pemasangan spanduk di titik-titik cikal bakal perlintasan sebidang yang berpotensi akan menjadi perlintasan besar. Hasil dari sosialisasi ini akan mengarah ke penutupan perlintasan kereta api sebidang yang membahayakan khususnya perlintasan yang tidak dijaga.

Secara bertahap, penutupan perlintasan yang tidak dijaga akan dilakukan di petak jalan antara Stasiun Gambringan–Gundih tersebut. Hal itu dilakukan karena di lintas yang sudah tidak dilewati KA reguler sejak lama ini, akan kembali dilewati KA reguler pada 1 Desember nanti.

Setelah menyisir, lintas Gambringan–Gundih tidak dijaga. Lintasan itu tidak digunakan sebagai jalur KA reguler tetapi hanya digunakan sebagai jalur alternatif KA saat terjadi gangguan di lintas raya. Panjang jalur itu hampir 10 Km. Memiliki 18 titik perlintasan.

Melalui kegiatan pemeriksaan lintas dan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat di sekitar jalur KA lintas Gambringan–Gundih dapat lebih waspada dan berhati-hati saat akan melewati perlintasan kereta api. Selain itu, juga diharapkan masyarakat ikut membantu terciptanya keamanan dan keselamatan perjalanan KA. 

(ks/int/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia