Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

14 Tahun Tak Dipakai, Jalur KA Gambringan-Gundih Kembali Difungsikan

31 Oktober 2019, 15: 40: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

MENGECEK: Petugas Daop 4 Semarang melakukan sosialisasi ke warga sekaligus pengecekan jalur menggunakan lori di sepanjang jalur Stasiun Gambringan-Gundih kemarin.

MENGECEK: Petugas Daop 4 Semarang melakukan sosialisasi ke warga sekaligus pengecekan jalur menggunakan lori di sepanjang jalur Stasiun Gambringan-Gundih kemarin. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus - Jalur perlintasan kereta api Stasiun Gambringan menuju Gundih jarang dilalui trayek kereta penumpang maupun barang. Karena jalur alternatif. Terakhir, jalur itu dipakai untuk kereta barang pengangkut migas KA BBM dari Stasiun Rowoluwu, Jogjakarta, menuju Cepu pada 2005. Atau sekitar 14 tahun jalur itu tak digunakan.

Jalut itu sempat beberapa kali dipakai untuk pengalihan jalur. Yaitu ketika jalur selatan (perlintasan di Gundih-Kedungjati-Semarang) rusak ataupun longsor.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyanto menjelaskan jalur Stasiun Gambringan menuju Stasiun Gundih merupakan jalur utara ke selatan. Jadi jalur alternatif karena jalurnya berkelok. Tanah di jalur itu labil. Masuk kategori tanah gerak. Rawan longsor. Alasan itu akhirnya dijadikan jalur alternatif. Sepi trayek.

”Bahkan kerata yang melintas di rel itu (Stasiun Gambringan menuju Gundih, Red) harus memiliki kecepatan maksimum 40 Km per jam,” jelasnya.

Meski 14 tahun tak dipakai, selama ini regu yang bertugas memantau jalur perlintasan kerap melakukan pengecekan rel. Karena jalur itu menjadi jalur eksisting. Baik menggunakan roli mau pun berjalan kaki menyisir rel.

Menurutnya, perawatan itu perlu karena rel tidak diperbolehkan tumbuh rumput. Jika ada rumput berarti ada indikasi tanah di rel bermasalah. Rel harus kerikil. ”Dengan dibukanya jalur itu, maka petugas regu penilik jalur perlintasan akan semakin rutin bertugas. Bisa jadi sehari dua hingga tiga kali,” tambahnya.

Pihaknya pun menjelaskan, per 1 Desember nanti KA Sancaka Utara dari Stasiun Pasarturi ke Kutoarjo Pulang Pergi (PP). KA itu akan melintasi tiga stasiun di Kabupaten Grobogan antaranya Stasiun Kradenan, Gambringan, dan Gundih.

Maka, jalur utara ke selatan yang biasanya ditutup akan dibuka kembali. KA tersebut akan melintas di Stasiun Kradenan sekitar pukul 10.12, Gambringan pukul 10.43, dan Gundih pukul 11.07. Kemudian melintas kembali ke Stasiun Gundih pukul 20.31, Gambringan 21.00 dan Kradenan pukul 21.28.

”Perjalanan akan ditempuh selama tujuh jam. KA ini akan melintasi 15 stasiun dan tiga stasiun di wilayah Grobogan. Selama melintas di wilayah Grobogan yang merupakan jalur utara ke selatan atau alternatif itu, kereta akan berjalan dengan kecepatan maksimum 40 km per jam. Setelah melintasi jalur itu, akan kembali kecepatan maksimum 90-100 Km per jam,” jelasnya.

Bahkan, KA ini membuka delapan gerbong yakni empat kelas eksekutif 200 seat dan empat kelas bisnis 256 seat. Jika jalur itu ramai, tak menutup kemungkinan akan menambah trayek lagi. ”Sedangkan untuk tarif akan dimunculkan sekiranya pada 1 November nanti melalui KAI Akses,” imbuhnya. 

(ks/int/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia