Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Dongkrak Pasar Global, Bea Cukai Kudus Kenalkan Program KITE IKM

30 Oktober 2019, 15: 35: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

DONGKRAK EKSPOR: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) tipe madya Kudus menggelar Focus Group Discusion (FGD) pemanfaatan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor untuk industri kecil menengah (KITE- IKM) kemarin.

DONGKRAK EKSPOR: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) tipe madya Kudus menggelar Focus Group Discusion (FGD) pemanfaatan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor untuk industri kecil menengah (KITE- IKM) kemarin. (KPPBC For Radar Kudus)

Share this      

JATI, Radar Kudus – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) tipe madya Kudus menggelar Focus Group Discusion (FGD) pemanfaatan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor untuk industri kecil menengah (KITE- IKM) kemarin. Kegiatan itu berlangsung di aula Bea Cukai Kudus

FGD tersebut dihadiri Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan se- eks Karesidenan Pati. Turut diundang pula perwakilan eksportir dari masing-masing daerah.

Kepala KPPBC Kudus Iman Prayitno dalam sambutannya menyampaikan, HUT Indonesia diperingati dengan mengangkat tema Indonesia ‘Unggul SDM maju’. Terkait unggul di sisi perekonomian, Indonesia tak bisa menghindari Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal hal itulah yang menjadi indikator negara makmur.

”Semakin tinggi kebutuhan ekspor dan dibarengi sedikit impor maka semakin bagus PDBnya,” jelasnya.

Iman menambahkan, pada sisi ekspor Presiden Joko Widodo mendorong pelaku IKM bisa bersaing ditingkat global. Artinya produk Indonesia diharapkan mampu mendobrak pasar internasional. Selain itu adanya kawasan berikat meningkatkan daya saing perusahaan.

Sementara itu Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini menyatakan, terkait peraturan KITE IKM telah diamanatkan pada peratuaran PMK No. 110 tahun 2019 dan PMK 177 tahun 2016. Hal itu membahas tentang pembebasan untuk memberikan fasilitas fiskal dan prosedural bagi pelaku IKM.

Rini menyebutkan, tujuan dari kegiatan FGD ini yakni menjalin sinergi Bea Cukai Kudus dengan Pemerintah Daerah dalam mendukung dan menggali potensi ekspor.

”Tujuanya KITE ini yakni menggali potensi IKM lokal dalam menguasai pasar global. Lewat peningkatan ekspor,” jelasnya.

Adapun manfaat yang diberikan KITE IKM yakni insentif fiskal yang diberikan berupa pembebasan bea masuk, PPN, dan PPN barang mewah. Juga terhadap impor bahan baku, mesin, dan barang contoh.

Sementara manfaat procedural, berupa kemudahan memperoleh akses kepabeanan. Sedangkan ketentuan pembatasan impor belum ada batasan. Pelaku IKM Bisa memanfaatkan PLB (Pusat Logistik Berikat) dalam proses ekspor dan impornya. Selain itu disediakan aplikasi pencatatan dan pelaporan oleh Bea Cukai.

”IKM akan diuntungkan dengan menekan biaya produksi, peningkatan modal usaha, peningkatan daya saing, arus barang dan produksi lancar,” katanya.

Nafi salah seorang peserta FGD menyatakan, selama ini CV Rajawali Perkasa Furniture Pati menggunakan impor biasa. Sekarang perusahaannya sangat tertarik dengan adanya fasilitas KITE IKM.

”Ada banyak manfaat yang diberikan KITE, antara lain bea masuk dan PPN dibebaskan sehingga dapat menekan biaya produksi,” ungkapnya.

Pada akhir acara, dilaksanakan penandatanganan piagam deklarasi. Hal itu sebagai bentuk sikap komitmen bersama untuk berpartisipasi aktif mendukung ekspor di wilayah eks-Karesidenan Pati. Itu menjadi langkah awal yang akan dilanjutkan dengan kegiatan bersama mendukung ekspor. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia