Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Tingkatkan Produktivitas, Pemkab Blora Bantu 40 Perahu untuk Nelayan

30 Oktober 2019, 14: 40: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

JAJAL PERAHU: Wakil Bupati Blora Arief Rohman (tengah) menjajal perahu bantuan dari Dinakikan Blora untuk nelayan di pinggir Sungai Bengawan Solo.

JAJAL PERAHU: Wakil Bupati Blora Arief Rohman (tengah) menjajal perahu bantuan dari Dinakikan Blora untuk nelayan di pinggir Sungai Bengawan Solo. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

CEPU, Radar Kudus – Nelayan yang tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUB) dari empat desa dapat bantuan perahu. Nelayan itu mayoritas tinggal di pinggir Sungai Bengawan Solo. Total, ada 40  perahu yang dibagikan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Blora. Per kelompok mendapat jatah 10 perahu.

Kepala Dinakikan Blora Gundala Wijasena mengungkapkan, nelayan penerima bantuan berasal dari Desa Nglanjuk dan Desa Jipang (Kecamatan Cepu). Kemudian nelayan dari Desa Ketuwan Desa Panolan (Kecamatan Kedungtuban).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Arief Rohman. Penyerahan dipusatkan di Balai Desa Nglanjuk, Kecamatan Cepu. Disaksikan camat Cepu, camat Kedungtuban, serta para kepala desa dari empat desa asal nelayan.

Menurutnya, bantuan perahu, mesin, dan alat penangkap ikan ini merupakan wujud perhatian Pemkab Blora untuk memajukan sektor perikanan. Khususnya para nelayan Sungai Bengawan Solo. ”Bantuan ini bukan untuk individu, melainkan kelompok,” jelasnya.

Total perahu yang diserahkan sebanyak 40 unit. Masing-masing KUB menerima 10 perahu. Lengkap dengan mesin perahu dan alat penangkap ikannya. Anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD 2019 senilai Rp 450 juta.

”Per desa ada satu KUB. Per KUB-nya ada 20 nelayan. Jadi jika per KUB dapat bantuan 10 perahu, satu perahunya bisa dipakai dua nelayan secara bergantian untuk mencari ikan,” lanjutnya.

Penyerahan dilakukan secara simbolis dengan memberikan dayung perahu. Usai penyerahan simbolis, dilanjutkan peninjauan lapangan guna melihat bentuk fisik perahu di tepi Sungai Bengawan Solo. Jaraknya sekitar 300 meter dari Balai Desa Nglanjuk.

”Gunakan sebagaimana mestinya, jangan dijual apalagi didiamkan. Harus bisa lebih produktif lagi,” ucap Wakil Bupati Arief Rohman.

Badri, ketua KUB Sumber Pangan, Desa Nglanjuk berharap bantuan ini bisa meningkatkan produktivitas para nelayan dalam mencari ikan. ”Selain ikan jendhil, Bengawan Solo di sini juga ada ikan bader, wader, udang, dan kutuk atau ikan gabus,” terangnya.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia