Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Pemkab Blora Tiru Trenggalek untuk Turunkan Kemiskinan

28 Oktober 2019, 15: 03: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

LAPORAN TERPADU: Wakil Bupati Arief Rohman saat mencoba fitur-fitur aplikasi penanganan kemiskinan di Posko Gertak Trenggalek, Jatim belum lama ini.

LAPORAN TERPADU: Wakil Bupati Arief Rohman saat mencoba fitur-fitur aplikasi penanganan kemiskinan di Posko Gertak Trenggalek, Jatim belum lama ini. (HUMAS PEMKAB BLORA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Angka kemiskinan yang masih 11,9 persen, membuat Pemkab serius mencari cara jitu untuk menurunkannya. Salah satunya mengunjungi Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur untuk belajar penanggulangan kemiskinan.

Dipilihnya Trenggalek sebagai tempat belajar, karena Pemkab Blora menganggap penanganan kemiskinan di Trenggalek sudah baik. Terpadu dan telah diakui secara nasional. ”Kita ingin belajar dari Trenggalek soal penanggulangan kemiskinan yang sudah sukses. Programnya cukup bagus dan kita ingin mengadopsi ini untuk Kabupaten Blora nanti,” terang Wakil Bupati Arief Rohman.

Menurutnya, sejak masa kepemimpinan Bupati Emil Elistianto Dardak (kini wakil Gubernur Jatim), penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek sudah diakui di tingkat nasional. Sebab mampu menurunkan tingkat kemiskinan melalui program inovasi Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan dan Kerentanan (Gertak).

Sebenarnya, Blora sudah melakukan hal serupa untuk penanganan kemiskinan. Dengan melibatkan Baznas. Bersinergi menangani kemiskinan. Namun, Gertak di Trenggalek lebih komprehensif dan tertata. Sehingga pihaknya ingin mengadopsinya.

 ”Fondasi kita sudah ada, namun perlu dilengkapi dengan sistem yang baik. Seperti milik Trenggalek ini,” tambahnya.

Di dalam Posko Gertak Trenggalek, tim dari Blora dipersilakan untuk menggali informasi secara detail. Sekaligus mencoba fitur-fitur aplikasi penanganan kemiskinan yang ada. Wakil Bupati Blora Arief Rohman pun mencobanya langsung.

Kepala Bappeda Kabupaten Blora Samsul Arief mengatakan, penangangan kemiskinan di Trenggalek sudah tertata secara sistematis. Baik perangkat lunak, perangkat kerasnya, maupun sumber daya. Semua sudah dipersiapkan. Sehingga laporan dari masyarakat langsung bisa dilakukan tanggapan.

 Menurutnya, yang membedakan dengan Blora penanganan kemiskinan di Trenggalek berbasis data terpadu. Laporan masyarakat yang masuk langsung diverifikasi. Baik dari sisi data maupun lapangan. Verifikasi itu oleh pasukan Pink.

”Apa yang kami dapatkan dari studi tiru ini, selanjutnya akan kami sampaikan sebagai bahan masukan kepada TKPKD Blora,” tandasnya.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia