alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Pena Muda
icon featured
Pena Muda
Mita Azzuhruf, Siswi SMK Banat Juara Pidato

Kuncinya Berani dan Jangan Menyerah

26 Oktober 2019, 14: 45: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

Mita Azzuhruf Firdaus

Mita Azzuhruf Firdaus (Dok pribadi)

Share this      

LAGI dan lagi kabar membanggakan datang dari Kudus. Kali ini datang dari kalangan santri yang sekaligus siswi SMK NU Banat Kudus. Mita Azzuhruf Firdaus namanya atau sering disapa Mita.

Siswi jurusan Tata Busana SMK NU Banat Kudus membawa nama kudus dikancah nasional dalam lomba pidato PAI di Makassar. Anak dari  Supriyadi ini memiliki hobi menyanyi dan menggambar namun demikian sejak kecil siswi sekaligus santri pondok pesantren Yanabii’ul Ulum Waromah Kudus itu sudah menyukai bidang dakwah dari MI. Dia sering mengikuti beberapa lomba pidato. Bahkan sering kali diminta untuk mengisi ceramah di salah satu musala atau masjid setiap Ramadan.

Berbagai ilmu dan melatih public speaking menjadi alasannya menyukai dunia pidato. Ia mengaku menjuarai sebuah ajang nasional tak mudah. Keadaannya yang hidup di pesantren membuatnya harus lebih bisa membantu waktu. Antara belajar di pesantren dan sekolah. Namun demikian siswi ini mempunyai tekad kuat. Sehingga patut ia dapat menjuarai ajang tersebut.

”Awalnya saya dapat info dari sekolah. Akhirnya saya yang diberi kepercayaan,” jelasnya.

Pertama kali ia harus mengikuti kualifikasi se-Provinsi Jateng. Itu sebelum masuk nasional. Dalam persiapannya ia berlatih dengan sungguh-sungguh dari membuat teks memahami materi, menyampaikan, hingga mengimbangi durasi sampai ia masuk tiga besar provinsi. Sampai dia menjadi juara nasional.

Baginya, Tegal merupakan lawan terberat sejak MI bahkan sebelum masuk nasional ia bertemu dari perwakilan Tegal dalam tiga besar kualifikasi provinsi. ”Berani dan jangan menyerah,” jelasnya saat diwawancarai.

Saat ini ia lebih ingin fokus menghafal alquran dan dunia fashionnya.Bahkan ia ingin mengikuti lomba-lomba yang berkaitan dengan dunia tata busanaya.

”Cita-cita ingin menjadi pengusaha sekaligus hafidzoh,” harapnya. (chusen/vicka/budi/anam/nanik)

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia