Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Features
Indah Cahya Sari Jamil, Atlet asal PB Djarum

Ortu Atlet, Termotivasi Kedisiplinan Liliyana Natsir

26 Oktober 2019, 09: 21: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

UKIR PRESTASI: Indah Cahya Sari Jamil saat bertanding di Caffino Superliga Junior 2019 baru-baru ini.

UKIR PRESTASI: Indah Cahya Sari Jamil saat bertanding di Caffino Superliga Junior 2019 baru-baru ini. (VEGA MA'ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

Ketekunan Indah Cahya Sari Jamil pada olahraga bulu tangkis membuatnya meraih gelar juara bergengsi di level junior. Dia meraih medali emas dan medali perak di BWF World Junior Championships di nomor ganda campuran. Kini, atlet asal PB Djarum ini, sudah masuk pemusatan pelatihan nasional (pelatnas).

VEGA MA'ARIJIL ULA, Radar Kudus, Kudus

KERINGAT masih mengucur dari dahi Indah Cahya Sari Jamil saat akan diwawancarai oleh Jawa Pos Radar Kudus. Saat itu Indah baru saja menyelesaikan pertandingan di Caffino Superliga Junior 2019 yang berlangsung di GOR Djarum, Magelang, beberapa waku lalu. Saat itu, Indah -sapaan akrabnya- berhasil menyudahi perlawanan pasangan ganda putri klub Granular Thailand dua set langsung.

Indah Cahya Sari Jamil

Indah Cahya Sari Jamil (VEGA MA'ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Dara kelahiran Makassar, 16 Maret 2002 ini, memulai bulu tangkis sejak kelas I SMP. Itu lantaran sang mama dan papa yang notabene juga atlet bulu tangkis mengenalkan olahraga tampel bulu itu. Selain itu, Indah mengaku memang gemar dengan olahraga yang membesarkan nama Susi Susanti itu. ”Seneng aja kalau nonton bulu tangkis. Naik podium, dapat hadiah, dan bangga kalau bisa menaikkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya,” terangnya.

Tahun lalu, Indah berhasil menyabet medali emas BWF World Junior Championships (WJC) 2018 yang berlangsung di Ontario, Kanada. Saat itu, dia berpasangan dengan Leo Rolly Carnando. Di gelaran yang sama, tahun ini dia kembali berpasangan dengan Leo. Namun, Dewi Fortuna sedikit menjauh. Indah/Leo menyabet medali perak di kejuaraan yang berlangsung di Kazan Gymnastic Center, Rusia, itu.

Indah pun membeberkan pengalamannya turun di kejuaraan bergengsi di level junior itu. Menariknya, kalau di 2018 Indah harus melakoni seleksi terlebih dahulu agar tampil di WJC 2018. Di 2019, dara yang gemar makan daging itu, langsung turun tanpa seleksi. Sebab, berstatus sebagai juara bertahan.

Turun di kejuaraan dunia bergengsi, atlet berkulit putih ini, mengaku mendapatkan beragam pengalaman. Di antaranya bertanding dengan pebulu tangkis terbaik dunia.

Turun di kejuaraan BWF 2019 diakuinya tidak mudah. Terutama saat bersua dengan India. Menurutnya, saat itu Indah/Leo sedang tertekan. Sebab, di set ketiga mereka tertinggal 17-13. ”Kami coba perlahan menemukan irama permainan. Jadi, di sana (BWF 2019, Red) lawannya berat,” jelasnya.

Dara berusia 19 tahun itu merasa senang dengan prestasi yang telah diraihnya. Meski begitu dia tak mau cepat merasa puas. ”BWF memang gelar tertinggi di level junior. Saya juga ingin meraih prestasi di level senior. Dia menginginkan gelar yang bergengsi di level senior, seperti Asian Games dan Olimpiade,” ungkapnya.

Atlet yang baru tahun ini bergabung di Pelatnas ini, ingin terus meraih juara setiap turun di even bulu tangkis. Dia termotivasi mengikuti jejak Liliyana Natsir untuk menjadi legenda. ”Saya mengidolakan Cik Butet (sapaan akrab Liliyana Natsir, Red) karena kedisiplinannya,” imbuhnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia