Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Features
PT SG Raih Penghargaan APQO-IC Award 2019 (2)

Di 2017 Dua Inovasi, Tahun Ini 32 Inovasi

24 Oktober 2019, 08: 22: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

PRESTASI: Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin, Direktur Produksi Joko Sulistiyanto dan Direktur Keuangan dan SDM Muchammad Supriyadi foto bersama pemenang SGIC 2019.

PRESTASI: Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin, Direktur Produksi Joko Sulistiyanto dan Direktur Keuangan dan SDM Muchammad Supriyadi foto bersama pemenang SGIC 2019. (HUMAS PT SG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PT Semen Gresik Pabrik Rembang dua tahun ini berhasil mengukir prestasi internasional. Yaitu penghargaan Platinum dalam ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) ke-22 di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 2018. Sebagai Best of the Best "The Most Favourite" di ajang Asia Pacific Quality Organization (APQO) International Conference (IC) ke-25 di Bali akhir pekan lalu. Semua itu berkat budaya inovasi diciptakan di perusahaan itu.

ALI MAHMUDI, Radar Kudus, Rembang

RAUT wajah Rachmad Solikin dari Innovation Officer PT Semen Gresik terlihat cerah usai even APQO - IC akhir pekan lalu. Alasannya, tim Rembang Bangkit dan Sumber Angin PT Semen Gresik Pabrik Rembang berhasil mengukir prestasi internasional. Ajang itu diikuti kalangan BUMN, perusahaan swasta, instansi pemerintah, hingga lembaga pendidikan dari 19 negara.

STIMULUS: Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin menyerahkan hadiah kepada tim Sumber Angin  2.0 yang menjadi pemenang SGIC kategori GKM 2019.

STIMULUS: Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin menyerahkan hadiah kepada tim Sumber Angin  2.0 yang menjadi pemenang SGIC kategori GKM 2019. (HUMAS PT SG FOR RADAR KUDUS)

“Penghargaan seperti itu bukan tujuan utama. Paling penting, bagaimana inovasi menjadi kebiasaan seluruh karyawan,” kata Rachmad Solikin.

Saat ini, iklim inovasi terus tumbuh di lingkup Semen Gresik. Hal itu dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya jajaran Direksi Semen Gresik yang mendukung penuh program inovasi. Bahkan program tersebut juga indikator kinerja bagi setiap unit.

Tiap tahun, di lingkup pabrik Rembang juga digelar Semen Gresik Innovation Convention (SGIC). Dari sisi kuantitas maupun kualitas inovasi yang dihasilkan karyawan Semen Gresik Pabrik Rembang juga meningkat. Pada 2017 atau saat awal Semen Gresik Pabrik Rembang beroperasi, tercatat hanya ada dua inovasi yang ikut SGIC. Pada 2018 ada tujuh inovasi. Sedang 2019, jumlahnya melonjak tajam. Tercatat ada 32 inovasi yang menjadi peserta SGIC.  

“Inovasi merangsang karyawan lebih kreatif dan terus berkarya. Semisal, Rembang Bangkit yang juara SGIC di 2018 terus berinovasi dengan menggandeng berbagai komunitas lain. Sumber Angin yang juga pemenang SGIC pada tahun yang sama kategori Gugus Kendali Mutu (GKM) juga membuat inovasi lanjutan yakni Sumber Angin 2.0,” jelasnya.

Progam inovasi, kata Rachmad Solikin ternyata juga multimanfaat. Tak hanya merangsang kreativitas yang berujung meningkatnya produktivitas, namun juga mampu memunculkan efisiensi di berbagai lini. Ia mencontohkan potensi benefit yang dihasilkan tim Rembang Bangkit yang mencapai Rp 1,9 miliar. Sedang tim Sumber Angin sekitar Rp 800 juta. Potensi benefit yang dihasilkan Sumber Angin ini diperoleh dari beragam efisiensi. Mulai dari biaya solar untuk kebutuhan start up KLIN, ampere, kerusakan peralatan, hingga ‘hilangnya’ pendapatan seiring berhentinya proses produksi.   

“Sedang potensi benefit yang muncul dari hasil SGIC di 2019 sekitar Rp 30 miliar. Itu hasil penghitungan dari hasil inovasi puluhan tim,” ucap Rachmad Solikin.

Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin inovasi salah satu kunci menjaga eksistensi. Juga keberlangsungan perusahaan. Inovasi yang dibarengi efisiensi dan adaptasi berbagai perubahan penting dilakukan agar Semen Gresik tetap menjadi market leader dan memenangi persaingan industri semen yang kian kompetitif. 

“Inovasi juga akan memperkuat daya saing perusahaan,” papar Mukhamad Saifudin.

Terkait produk, Semen Gresik juga terus melakukan beragam inovasi. Salah satunya menciptakan produk rumah knock down laiknya permainan lego. Mulai dari lantai hingga atap. Upaya merambah produk material bangunan ini tidak hanya mendukung penyerapan produk Semen Gresik namun juga memberikan peluang keuntungan yang lebih besar dan berkelanjutan bagi perusahaan.

“Melalui inovasi perusahaan juga akan senantiasa hadir membangun bangsa. Dan hal itu sudah, terus dan akan dilakukan seluruh jajaran Semen Gresik,” tandas Mukhamad Saifudin. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia